https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Studi: Makin Banyak Remaja Sakit Mental akibat Biaya Hidup

Mutiul Alim | Senin, 10/07/2023 07:01 WIB



Studi: Makin Banyak Remaja Sakit Mental akibat Biaya Hidup Ilustrasi depresi (Foto: Shutterstock)

London, Jurnas.com - Studi terbaru menunjukkan makin banyak remaja di Inggris yang merasakan tekanan hidup parah akibat krisis pandemi, biaya hidup, dan perawatan kesehatan.

Dikutip dari BBC, satu dari lima remaja berusia 18-24 tahun mengalami tekanan psikologis pada akhir 2022, lebih banyak dibandingkan satu dari tujuh orang pada 2021 lalu.

Penelitian itu juga menemukan bahwa tekanan psikologis meningkat di semua kelompok umur, kecuali mereka yang berusia di atas 65 tahun. Akademisi King`s College London dan University College London, Dr. Leonie Brose mengatakan fenomena ini perlu segera ditangani.

Baca juga :
Pandangan Ibnu Sina tentang Kesehatan Mental yang Mendahului Zaman

"Tiga tahun terakhir telah terjadi serangkaian peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dapat dilihat berkontribusi pada memburuknya kesehatan mental masyarakat," kata Leonie.

"Studi kami menunjukkan bahwa kesejahteraan Inggris terus memburuk," imbuh dia.

Baca juga :
Jordan Pickford Catat 8 Clean Sheet Beruntun untuk Inggris

Penelitian ini dilakukan melalui survei telepon bulanan, yang dilakukan antara April 2020 dan Desember 2022, dan melibatkan total sekitar 51.800 orang dewasa sebagai responden.

Setiap bulan, sekelompok orang dewasa baru ditanya seberapa sering dalam 30 hari terakhir mereka mengalami sejumlah perasaan negatif seperti tidak berharga atau putus asa, merasa gugup atau merasa sangat tertekan sehingga tidak ada yang dapat menghibur mereka.

Baca juga :
Tips Menjaga Kesehatan Mental yang Bisa Kamu Lakukan Setiap Hari

Peserta diminta untuk menilai perasaan mereka pada skala lima poin, dengan skor yang lebih tinggi menempatkan mereka dalam kategori parah.

Secara keseluruhan, proporsi orang yang melaporkan kesusahan parah meningkat dari 5,7 persen menjadi 8,3 persen, dengan beberapa kelompok lebih terpengaruh daripada yang lain, termasuk peserta dari latar belakang berpenghasilan rendah.

Sementara itu, proporsi orang dewasa yang melaporkan adanya kesusahan sekitar sepertiga selama ini, turun menjadi 28 persen pada Mei 2021 dan naik kembali menjadi 32 persen pada akhir tahun itu.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kesehatan Mental Biaya Hidup Depresi Inggris

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777