https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Strategi Kementan Hadapi Potensi Kemarau Ekstrem

Supianto | Sabtu, 29/04/2023 13:42 WIB



Kondisi iklim ke depan (musim kemarau), seperti yang sudah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) prakirakan akan terjadi kemarau yang ekstrim (El Nino). Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo melakukan kunjungan kerja ke Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur (Jatim) dan Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas).

JAKARTA, Jurnas.com - Kementerian Pertanian (Kementan) mengantisipasi musim kemarau, terutama pada bulan Agustus yang diprediksi menjadi puncak musim kemarau tahun ini.

Kondisi iklim ke depan (musim kemarau), seperti yang sudah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) prakirakan akan terjadi kemarau yang ekstrim (El Nino).

"Kita harus melakukan upaya antisipasi perubahan iklim terutama saat kemarau nanti, seperti memanfaatkan infrastruktur air seperti embung, dam parit maupun long storage saat kemarau datang," ujar Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, Jumat (28/4).

Baca juga :
Komisi IX Peringatkan Mitigasi Dini Hadapi Ancaman El Nino

Sebelumnya, dia mengatakan bahwa setiap El Nino ekstrem berpotensi menyebabkan kekeringan terhadap 560 ribu hingga 879 ribu hektare sedangkan pada tahun normal sekitar 200 ribu hektare. El Nino juga berpotensi menyebabkan terjadinya kebakaran lahan pertanian.

Sementara, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementan, Ali Jamil mengatakan, terkait dengan ancaman el nino Agustus mendatang, Kementan menyiapkan berbagai antisipasi kekeringan.

Baca juga :
Apa Itu Super El Nino? Ini Prediksi Terbaru dan Dampaknya ke Dunia

"Di antaranya mendorong petani untuk ikut program asuransi usaha tani padi (AUTP), mengerahkan gerakan serbu El Nino melalui penggunaan pompa air di wilayah-wilayah rentan kekeringan dengan memanfaatkan sumber-sumber air yang ada," jelasnya

Ali Jamil menerangkan, pihaknya juga akan terus mendorong melakukan percepatan tanam menggunakan alsintan seperti Traktor Roda 4 dan Traktor Roda 2.

Baca juga :
Kemarau 2026 Lebih Kering, BMKG Dorong Penguatan Mitigasi Lintas Sektor

"Tahun 2023 ini Ditjen PSP jg menyiapkan di antaranya alokasi bantuan Alat mesin pertanian seperti Traktor Roda 4 (800 unit), Traktor Roda 2 (4.745 unit), pompa air 1.900 unit untuk seluruh indonesia," sebutnya.

Selain itu, juga akan memaksimalkan kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tertier (RJIT) yang dapat meningkatkan efisiensi aliran irigasi hingga ke lahan sawah. Juga ada kegiatan Irigasi Perpipaan, Irigasi Perpompaan, Pembangunan Embung, Dam Parit. Ini bertujuan sebagai suplesi air hingga lahan.

"Tahun 2023 ini, Kementan juga akan mengalokasikan Embung sekitar 500 unit, Perpompaan 629 unit, perpipaan 250 unit, RJIT 3.213 unit, sebagai salah satu bentuk antisipasi el nino," imbuhnya.

Selain itu, infrastuktur irigasi yang telah dibangun pada tahun tahun sebelumnya dapat dimanfaatkan untuk melakukan antisipasi kemarau nanti.

Pada tahun 2020 sd 2022 Kementan telah mengalokasikan kegiatan irigasi untuk meningkatkan ketersediaan air pada musim kemarau antara lain kegiatan RJIT sebanyak 11,866 unit, Perpompaan 2.177 unit, Perpipaan 439 unit dan Embung 1.531 unit.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kemarau Ekstrem Syahrul Yasin Limpo El Nino Produksi Pertanian

Terpopuler

Rabu, 01/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Kroasia

Jum'at, 03/07/2026 03:03 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Australia vs Mesir

Selasa, 30/06/2026 02:02 WIB
Gaya Hidup

Ini Alasan Mengapa TIM Jadi Oase Kreatif yang Wajib Dikunjungi

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777