https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Mengenal Sejarah Kota Tua Lewat 15 Peninggalan Ikonik yang Masih Terawat

Vaza Diva | Jum'at, 03/07/2026 04:04 WIB



Berikut 15 peninggalan ikonik di Kota Tua Jakarta yang patut dikenali. Salah satu pameran wayang yang ada di Kota Tua, Jakarta (Foto: Vaza/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Di tengah hiruk pikuk ibu kota, kawasan Kota Tua Jakarta masih berdiri sebagai saksi bisu perjalanan panjang sejarah Indonesia.

Dikenal sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan pada masa Batavia, kawasan ini menyimpan berbagai bangunan berarsitektur kolonial yang tetap terawat hingga kini.

Sebagian besar bangunan tersebut telah dialihfungsikan menjadi museum, ruang budaya, hingga destinasi wisata yang ramai dikunjungi masyarakat.

Baca juga :
Lima Fakta Menarik Jakarta yang Perlu Diketahui

Berjalan menyusuri Kota Tua seolah membawa pengunjung kembali ke abad ke-17.

Setiap gedung memiliki kisah tersendiri yang menjadi bagian dari perkembangan Jakarta, mulai dari era VOC, Hindia Belanda, hingga Indonesia modern.

Baca juga :
Enam Rekomendasi Wisata Sejarah Populer di Jakarta

Berikut 15 peninggalan ikonik di Kota Tua Jakarta yang patut dikenali.

1. Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah)

Bangunan yang selesai dibangun pada 1710 ini dulunya merupakan Balai Kota Batavia. Kini, gedung tersebut menjadi Museum Sejarah Jakarta yang menyimpan ribuan koleksi mengenai perkembangan Jakarta dari masa prasejarah hingga kemerdekaan Indonesia.

2. Taman Fatahillah

Alun-alun ini menjadi pusat aktivitas masyarakat sejak zaman kolonial. Dahulu digunakan sebagai pusat pemerintahan dan berbagai kegiatan publik, sementara kini menjadi ruang terbuka yang ramai dengan wisatawan, seniman jalanan, hingga komunitas sejarah.

Baca juga :
12 Museum di Kota Tua yang Menyimpan Sejarah Indonesia

3. Museum Wayang

Museum ini berdiri di atas bekas Gereja De Oude Hollandsche Kerk yang dibangun pada abad ke-17. Saat ini, museum menyimpan ribuan koleksi wayang dari berbagai daerah di Indonesia serta beberapa negara lainnya.

4. Museum Seni Rupa dan Keramik

Gedung ini awalnya digunakan sebagai kantor pengadilan pada masa kolonial. Kini, museum tersebut menjadi tempat penyimpanan karya seni rupa Indonesia dan koleksi keramik dari berbagai penjuru dunia.

5. Museum Bank Indonesia

Bekas kantor pusat De Javasche Bank ini kini menjadi Museum Bank Indonesia. Selain mempertahankan arsitektur klasiknya, museum ini menghadirkan sejarah perkembangan sistem keuangan dan perbankan di Indonesia melalui berbagai koleksi dan teknologi interaktif.

6. Museum Bank Mandiri

Gedung bersejarah ini dahulu merupakan kantor Nederlandsche Handels Maatschappij. Berbagai perlengkapan operasional bank tempo dulu masih tersimpan rapi sehingga memberikan gambaran dunia perbankan pada masa kolonial.

7. Toko Merah

Toko Merah menjadi salah satu bangunan paling mencolok di Kota Tua berkat warna merah khas yang melekat pada dindingnya. Dibangun pada abad ke-18, gedung ini pernah menjadi kediaman gubernur jenderal dan pusat aktivitas perdagangan penting pada masa VOC.

8. Jembatan Kota Intan

Jembatan kayu ini merupakan salah satu jembatan tertua yang masih bertahan di Jakarta. Dibangun pada abad ke-17, Jembatan Kota Intan memiliki mekanisme bukaan yang dahulu digunakan untuk memberi jalan bagi kapal-kapal yang melintas di kanal Batavia.

9. Kali Besar

Kanal Kali Besar pernah menjadi jalur utama perdagangan Batavia. Kapal-kapal kecil mengangkut rempah-rempah dan berbagai komoditas dari Pelabuhan Sunda Kelapa menuju pusat kota. Kini kawasan tersebut telah direvitalisasi menjadi salah satu lokasi favorit wisatawan untuk berjalan kaki dan berfoto.

10. Pelabuhan Sunda Kelapa

Tak jauh dari Kota Tua berdiri Pelabuhan Sunda Kelapa yang telah beroperasi sejak masa Kerajaan Sunda. Pelabuhan ini kemudian berkembang menjadi pusat perdagangan internasional pada era VOC dan masih aktif melayani kapal layar tradisional hingga sekarang.

11. Museum Bahari

Museum Bahari menempati bekas gudang penyimpanan rempah-rempah VOC. Koleksinya memperlihatkan sejarah pelayaran Nusantara, perdagangan maritim, hingga perkembangan industri perkapalan Indonesia.

12. Stasiun Jakarta Kota

Stasiun yang diresmikan pada 1929 ini masih beroperasi sebagai salah satu simpul transportasi utama di Jakarta. Bangunannya mempertahankan gaya arsitektur Art Deco dan menjadi salah satu ikon Kota Tua.

13. Kawasan Glodok

Berada di sisi timur Kota Tua, Glodok merupakan salah satu kawasan Pecinan tertua di Indonesia. Sejak masa kolonial, wilayah ini berkembang sebagai pusat perdagangan masyarakat Tionghoa dan hingga kini tetap menjadi destinasi wisata kuliner serta budaya.

14. Bangunan-Bangunan Bergaya Kolonial

Selain museum, Kota Tua dipenuhi gedung-gedung peninggalan Belanda yang masih mempertahankan fasad aslinya. Deretan bangunan tersebut menjadi daya tarik utama bagi pecinta fotografi, sejarah, maupun arsitektur kolonial.

15. Sepeda Ontel dan Suasana Heritage

Meski bukan peninggalan berupa bangunan, keberadaan sepeda ontel warna-warni yang disewakan di sekitar Taman Fatahillah telah menjadi bagian dari identitas Kota Tua. Aktivitas ini menghadirkan pengalaman bernuansa tempo dulu yang melengkapi suasana kawasan bersejarah tersebut.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kota Tua DKI Jakarta Sejarah Indonesia Fakta Menarik

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777