https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Pajak Karbon Disiapkan untuk Investasi Ramah Lingkungan

Redaksi | Selasa, 21/02/2023 20:41 WIB



Pajak Karbon Disiapkan untuk Investasi Ramah Lingkungan Illustrasi perdagangan Carbon. Foto istimewa)

Jakarta, Jurnas.com - Dalam rangka mendukung pertumbuhan perekonomian Indonesia yang berkelanjutan maka pemerintah Indonesia tengah menyiapkan sebuah instrumen fiskal yang disebut pajak karbon. Pajak karbon tidak hanya bertujuan mengurangi emisi gas rumah kaca, namun juga membuat seluruh investasi di Indonesia menjadi jauh lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Hal itu, disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati usai melakukan pertemuan dengan Presiden World Resources Institute (WRI) Aniruddha (Ani) Dasgupta. Keduanya saling membahas mengenai penanganan perubahan iklim, utamanya di Indonesia.

"Untuk mendukung pertumbuhan perekonomian yang berkelanjutan, kami sedang menyiapkan pajak karbon," ujar Sri Mulyani dalam unggahan di instagram pribadinya, Selasa (21/2).

Baca juga :
Gugatan PLK di PTUN Jakarta Ancam Kepemilikan Aset Negara

Selain itu, Indonesia juga berkomitmen penuh dalam menghadapi perubahan iklim, salah satunya melalui komitmen Nationally Determined Contribution (NDC). Menkeu bilang, target NDC Indonesia telah ditingkatkan dari 29% menjadi 31,89% untuk usaha sendiri. "Ini setara dengan 915 juta ton emisi CO2 pada tahun 2030," ungkapnya.

Untuk itu, Sri Mulyani mengatakan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan difokuskan untuk mendorong penanganan perubahan iklim ini. Adapun Climate Budget Tagging (CBT) menjadi mekanisme Indonesia pada tingkat pusat dan daerah. Tercatat, sejak tahun 2016 hingga 2021 CBT sudah terakumulasikan sebesar US$ 34 miliar atau Rp 502 triliun untuk penanganan perubahan iklim.

Baca juga :
Tingkatkan Mutu Pendidikan, PGRI Dorong Guru Adaptif Hadapi Perubahan

"Kepada Ani (Presiden WRI) juga saya tekankan, kerjasama internasional berperan sangat vital dalam penanganan perubahan iklim. Indonesia melalui Presidensi G20 pada 2022 lalu dan keketuaan ASEAN pada 2023 ini telah dan akan terus mendorong keuangan berkelanjutan dan transisi hijau,"pungkasnya.

Baca juga :
Komisi X DPR Akan Bawa Aspirasi Dosen PPPK ke Kemdiktisaintek
Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Menkeu Sri Mulyani Indrawati pajak karbon investasi ramah lingkungan

Terpopuler

Jum'at, 03/07/2026 03:03 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Australia vs Mesir

Minggu, 05/07/2026 20:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Spanyol

Sabtu, 04/07/2026 06:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belgia vs Amerika Serikat

Humanika

Minggu, 05/07/2026 23:59 WIB

Apakah Sholat Safar Harus di Masjid?

Minggu, 05/07/2026 23:30 WIB

Lima Doa Setelah Melaksanakan Sholat Safar

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777