https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Bapanas Jamin Beras Impor Tak Ganggu Harga Beras Petani

Supianto | Sabtu, 17/12/2022 06:52 WIB



Bapanas Jamin Beras Impor Tak Ganggu Harga Beras Petani Buwas saat meninjau pembokaran perdana kedatangan beras impor di Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) bersama Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, Jakata, Jumat (16/12).

JAKARTA, Jurnas com - Beras impor yang secara bertahap sudah mulai masuk ke dalam negeri hanya untuk mengisi stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP), sehingga dipastikan tidak mengganggu ketersediaan dan harga beras petani.

Demikian kata Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi mengatakan, Arief saat melihat proses kedatangan beras impor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat, (16/12).

"Yang diimpor ini adalah untuk CBP-nya Pak Budi Waseso di Bulog. Beras itu nanti akan digembok sama beliau, sehingga tidak akan kemana-mana. Itu hanya dipakai untuk kegiatan pemerintah," kata dia.

Baca juga :
Jelang Ramadhan, Bulog Siap Jaga Stabilitas Harga Pangan

Mantan Direktur Utama PT. Food Station Tjipinang menyebutkan bahwa kebutuhan Bulog untuk pelaksanaan operasi pasar atau Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) pada akhir tahun terbilang cukup tinggi.

Hingga dengan Desember 2022 ini Bulog telah menyalurkan KPSH sebanyak 1,1 juta ton, pada Oktober 2022 sebesar 160.713 ton sedangkan November 2022 sebanyak 219.745 ton.

Baca juga :
Kemenhaj Gandeng Bulog dan Kementan Ekspor Beras untuk Konsumsi Jemaah Haji

Program KPSH ini dilakukan sepanjang tahun Bulog guna mengantisipasi kelonjakan harga beras di konsumen dan terbukti efektif. Kegiatan ini juga merupakan realisasi dari Tiga Pilar Ketahanan Pangan yang ditugaskan kepada Bulog, yaitu ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas.

"Salah satu urgensi peningkatan stok CBP adalah sebagai instrumen pengendalian harga, salah satunya dilakukan melalui program KPSH. Program ini terbilang efektif dalam menekan laju inflasi, terbukti dalam dua bulan terakhir inflasi relative stabil dan melandai," tambahnya.

Baca juga :
Bulog Harus Punya Sistem Ketahanan Pangan untuk Wilayah Bencana

Arief menambahkan, pemenuhan cadangan beras melalui pengadaan luar negeri ini tidak secara serta-merta menunjukan produksi beras nasional kurang. Dia mengapresiasi hasil produksi beras nasional tahun ini yang terbilang surplus sekitar 1,7 juta ton berdasarkan KSA BPS.

Menurut dia dengan kondisi surplus tersebut Indonesia dalam periode pemerintahan Presiden Jokowi telah berhasil mencapai swasembada beras, mengingat berdasarkan ketetapan FAO 1999, suatu negara dikatakan swasembada jika produksinya mencapai 90 persen dari kebutuhan nasional.

Sementa itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan, Presiden, Kemendag, NFA, dan Bulog pada prinsipnya tidak berharap melakukan pengadaan beras dari luar. Namun, kondisi keterbatasan stok akhirnya membuat opsi terakhir itu dilaksanakan.

"Memang data dari Kementan beras ini surplusnya banyak, tapi dalam beberapa bulan terakhir ini harga beras meroket oleh karena itu Bulog harus melakukan operasi pasar dengan harga Rp 8.300 di gelontorkan agar masyarakat memiliki pilihan," ujarnya.

Namun demikian, dia meyakini melalui kerja sama yang solid antara kementerian, lembaga, dan Bulog, Natal dan Tahun Baru ini beras aman baik secara ketersediaan maupun harga. Ia melihat, untuk komoditas lainpun kondisi harga relatif stabil.

Sebagai informasi, pada Jumat kemarin 4.900 ton beras impor dari Vietnam telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok. Jumlah tersebut merupakan bagian dari rencana pengadaan beras untuk CBP dari luar sebanyak 200.000 ton hingga akhir Desember 2022.

Adapun, berdasarkan data Bulog, beras tersebut didatangkan dari 4 negara berbeda dengan jumlah kuota yang bervariasi, terdiri dari Thailand, Vietnam, Pakistan, dan India.

Direktur Utama Bulog, Budi Waseso mengatakan, beras untuk CBP ini langsung diberangkatkan dari negara ke tempat tujuan melalui 14 pelabuhan yang berbeda dari Aceh hingga Tanau, di NTT.

"Kita belajar tahun 2018 dimana 1,8 juta ton beras impor langsung di pusatkan di DKI, Surabaya, dan sebagian di Medan akhirnya terjadi penumpukan dan kita dua kali kerja. Nah, untuk kali ini langsung. Jadi untuk kebutuhan DKI berapa banyak itu kita lakukan di Jakarta," jelas Buwas.

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Beras Impor Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi Perum Bulog

Terpopuler

Selasa, 07/07/2026 06:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Norwegia

Senin, 06/07/2026 17:15 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Swiss vs Kolombia

Selasa, 07/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Maroko

Selasa, 07/07/2026 11:44 WIB
Olahraga

Persib Resmi Lepas Andrew Jung dengan Harga Fantastis

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777