Mantan PM Inggris, Tony Blair (Foto: BBC)
London, Jurnas.com - Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair menyalahkan Amerika Serikat (AS), atas jatuhnya Afghanistan ke tangan kelompok Taliban.
Dalam pernyataan pertamanya sejak jatuhnya Kabul ke Taliban, Blair menilai penarikan pasukan AS merupakan keputusan tragis, berbahaya, dan tidak perlu.
Blair mengatakan keputusan untuk mundur dari Afghanistan didorong oleh politik, dan mengacu pada slogan mengakhiri perang abadi, yang digunakan oleh Presiden AS Joe Biden selama kampanye pemilihannya.
"Kami tidak perlu melakukannya. Kami memilih untuk melakukannya," tulis Blair dikutip dari BBC pada Minggu (22/8).
"Kami melakukannya dalam kepatuhan terhadap slogan politik bodoh tentang mengakhiri `perang abadi`, seolah-olah keterlibatan kami pada tahun 2021 sebanding dengan komitmen kami 20 atau bahkan 10 tahun yang lalu, dan dalam keadaan di mana jumlah pasukan telah menurun ke tingkat minimum. dan tidak ada tentara sekutu yang kehilangan nyawa mereka dalam pertempuran selama 18 bulan," sambung dia.
Sebagimana diketahui, Blair memimpin Inggris ketika menginvasi Afghanistan bersama AS pada 2001 silam, setelah tragedi serangan 11 September. Dia menilai keluarnya pasukan sekutu akan membuat kelompok Jihadis bersorak.
"Penarikan itu akan membuat setiap kelompok jihad di seluruh dunia bersorak," tegas Blair.
Ini Bedanya Manajer dan Pelatih di Liga Inggris
"Rusia, China dan Iran akan mengambil keuntungan," tambahnya.
Sebelumnya, Presiden Biden bersumpah bahwa setiap orang Amerika yang ingin pulang, akan dievakuasi dari Afghanistan. Dan dia menyebut evakuasi itu sebagai salah satu "pengangkutan udara paling sulit dalam sejarah".
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Tony Blair Afghanistan Amerika Serikat Inggris
























