Alejandro Gomez (Foto: Goal)
Turin, Jurnas.com - Alejandro `Papu` Gomez akhirnya buka-bukaan tentang alasan meninggalkan Atalanta pada Januari lalu. Kepergian Gomez cukup mengejutkan, mengingat saat itu dia berstatus sebagai kapten klub.
Dalam pernyataannya, Gomez mengaku diserang secara fisik oleh pelatih Gian Piero Gasperini di ruang ganti, saat jeda pertandingan Liga Champions melawan Midtjylland.
Pasca penyerangan tersebut, Gomez meminta presiden klub Antonio Percassi membiarkannya pergi, meski saat itu permintaan tersebut ditolak. Namun Gomez tetap hengkang ke Sevilla.
"Saya tidak mematuhinya dalam indikasi taktis," kata Gomez kepada surat kabar La Nacion dikutip dari Goal pada Rabu (18/8).
"Masih ada 10 menit tersisa sampai babak pertama usai, dan dia meminta saya bermain di kanan, sementara saya bermain sangat baik di kiri. Dan saya bilang tidak," sambung dia.
"Saya sudah tahu bahwa di babak pertama dia akan mengeluarkan saya, jadi (dia melakukannya). Tapi di ruang ganti turun minum dia melampaui batas dan mencoba menyerang saya secara fisik," lanjut Gomez.
Gomez melanjutkan, "Ketika ada agresi fisik, itu sudah tidak dapat ditoleransi. Jadi saya meminta pertemuan dengan presiden klub, Antonio Percassi."
Permintaan maaf yang diharapkan datang dari pelatih tidak kunjung datang, yang membuat hubungan antara Gomez dan organisasi berakhir buruk.
"Saya meminta maaf kepada pelatih dan rekan satu tim saya atas apa yang telah terjadi. Dan saya tidak menerima permintaan maaf apa pun dari pelatih," ujar dia.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Alejandro Gomez Atalanta Sevilla Info Transfer




















