Selasa, 27/10/2026 02:28 WIB

Bacaan Dzikir untuk Menenangkan Pikiran saat Diganggu Rasa Cemas





Rasa cemas dapat muncul ketika seseorang menghadapi tekanan pekerjaan, persoalan keluarga, ketidakpastian masa depan.

Ilustrasi - dzikir saat pikiran sedang diganggu rasa cemas (Foto: Jurnas)

Jakarta, Jurnas.com - Rasa cemas dapat muncul ketika seseorang menghadapi tekanan pekerjaan, persoalan keluarga, ketidakpastian masa depan, atau berbagai masalah kehidupan.

Dalam Islam, umat Muslim dianjurkan untuk berdoa dan berzikir kepada Allah SWT sebagai bentuk ibadah sekaligus upaya menenangkan hati ketika menghadapi keadaan sulit.

Ada sejumlah bacaan dzikir dan doa yang dapat diamalkan saat pikiran terasa gelisah.

Bacaan-bacaan ini bersumber dari Al-Qur’an dan hadis serta mengandung permohonan pertolongan, perlindungan, dan ketenteraman kepada Allah SWT.

Salah satu ayat yang mengingatkan pentingnya berzikir adalah Surah Ar-Ra`d ayat 28.

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS Ar-Ra`d: 28)

Ayat tersebut menjelaskan bahwa mengingat Allah merupakan bagian penting dalam kehidupan orang beriman.

Ketika rasa cemas datang, seorang Muslim dapat meluangkan waktu untuk berzikir, berdoa, dan mengingat kembali bahwa dirinya dapat memohon pertolongan kepada Allah SWT.

Salah satu dzikir sederhana yang dapat diamalkan adalah istigfar, yaitu memohon ampun kepada Allah SWT. Bacaannya sebagai berikut:

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ

Latin: Astaghfirullah.

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah.”

Istigfar mengingatkan seorang Muslim untuk kembali kepada Allah SWT dan memperbaiki diri. Bacaan ini dapat dilafalkan kapan saja tanpa harus menunggu munculnya rasa cemas.

Bacaan lain yang dapat diamalkan ketika menghadapi kesulitan adalah hauqalah:

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

Latin: La haula wa la quwwata illa billah.

Artinya: “Tidak ada daya dan tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”

Kalimat ini mengandung pengakuan bahwa manusia memiliki keterbatasan dan membutuhkan pertolongan Allah SWT. Membacanya dapat menjadi pengingat agar seseorang tidak hanya bergantung pada kemampuan diri sendiri ketika menghadapi persoalan.

Rasulullah SAW juga mengajarkan doa untuk memohon perlindungan dari kesusahan dan kesedihan.

Doa tersebut diriwayatkan dalam Sahih al-Bukhari.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ

Latin: Allahumma inni a`udzu bika minal-hammi wal-hazan.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan.”

Doa tersebut merupakan bagian dari doa yang lebih panjang. Di dalamnya, Rasulullah SAW mengajarkan permohonan perlindungan dari kegelisahan, kesedihan, kelemahan, kemalasan, serta berbagai keadaan lain yang dapat membebani seseorang.

Umat Islam dapat membaca doa ini ketika menghadapi persoalan atau saat hati terasa tidak tenang. Maknanya mengajarkan agar manusia mengakui kesulitan yang dihadapi sekaligus memohon pertolongan kepada Allah SWT.

Ketika menghadapi kesulitan, umat Islam juga dapat mengingat doa Nabi Yunus AS yang tercantum dalam Surah Al-Anbiya ayat 87.

لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Latin: La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minaz-zalimin.

Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.” (QS Al-Anbiya: 87)

Doa ini berisi pengakuan atas keesaan dan kesucian Allah SWT serta kerendahan hati seorang hamba.

Ayat berikutnya, yakni Al-Anbiya ayat 88, menjelaskan bahwa Allah menyelamatkan Nabi Yunus AS dari kesulitan dan demikian pula Allah menyelamatkan orang-orang beriman.

Membaca dzikir dan doa dapat menjadi bagian dari ikhtiar spiritual ketika menghadapi kecemasan. Agar lebih bermakna, bacaan tersebut dapat dilafalkan dengan memahami artinya, disertai salat, menjaga pola istirahat, serta berbagi cerita dengan orang tepercaya.

Namun, rasa cemas yang terus-menerus hingga mengganggu tidur, pekerjaan, atau aktivitas sehari-hari juga perlu mendapat perhatian.

Berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional merupakan langkah yang dapat dilakukan dan tidak bertentangan dengan ikhtiar spiritual.

KEYWORD :

Info Keislaman Bacaan Dzikir Rasa Cemas Rasulullah SAW




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :