Jum'at, 16/10/2026 14:04 WIB

Tingkat Kepuasan terhadap Trump Anjlok Menjelang Pemilu Sela AS





Survei mencatat bahwa sekitar 50 persen pemilih terdaftar lebih menginginkan Partai Demokrat untuk memegang kendali atas DPR maupun senat.

Presiden AS Donald Trump (Foto: Arabnews)

Washington, Jurnas.com - Mayoritas pemilih terdaftar di Amerika Serikat menginginkan perubahan besar dalam Pemilu Sela 2026 akibat kekecewaan terhadap kepemimpinan Presiden Donald Trump di dalam maupun luar negeri.

Berdasarkan hasil survei terbaru dari The Associated Press-NORC Center for Public Affairs Research (AP-NORC), kondisi ini menjadi sinyal peringatan serius bagi Partai Republik.

Survei yang dilakukan pada 8 hingga 12 Oktober 2026 tersebut mencatat bahwa sekitar 50 persen pemilih terdaftar lebih menginginkan Partai Demokrat untuk memegang kendali atas Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) maupun Senat.

Sementara itu, hanya sekitar 40 persen pemilih yang mendukung Partai Republik untuk mempertahankan kendali Kongres, dan 15 persen sisanya menyatakan belum menentukan pilihan.

Kekecewaan masyarakat terfokus pada isu perekonomian dan tingginya biaya hidup. Sekitar 80 persen pemilih menempatkan isu ekonomi dan biaya hidup sebagai prioritas utama dalam pemilu mendatang, disusul oleh isu layanan kesehatan dan perang di Iran.

Hasil jajak pendapat menunjukkan hampir 80 persen pemilih tidak puas dengan cara Trump menangani biaya hidup, serta tiga perempat pemilih tidak menyetujui kinerjanya di bidang ekonomi.

Ketidakpuasan tersebut juga merambah ke basis pendukung Partai Republik. Hanya 44 persen pemilih Republik yang menyetujui penanganan Trump terhadap biaya hidup, dan 54 persen yang menyetujui kepemimpinannya di sektor ekonomi.

Selain itu, dukungan pemilih Republik terhadap kebijakan luar negeri Trump berada di angka 69 persen saat perang dengan Iran memasuki bulan kedelapan, padahal sebelumnya dijanjikan hanya berlangsung empat hingga lima minggu.

Secara keseluruhan, sekitar setengah dari total pemilih menginginkan "perubahan substansial", dan sekitar 30 persen menuntut "rombakan total" terhadap arah tata kelola negara.

Dorongan perubahan ini tergolong tinggi di kalangan pemilih independen, di mana sekitar dua pertiga di antaranya memiliki pandangan negatif terhadap Partai Republik.

Dari segi antusiasme pemilih, sekitar tiga perempat pemilih Demokrat menyatakan bahwa memberikan suara pada pemilu sela November mendatang sangat penting, dibandingkan dengan sekitar enam dari sepuluh pemilih Republik.

Adapun tingkat keterpilihan Trump secara umum hanya berada di kisaran satu pertiga pemilih terdaftar, sementara Wakil Presiden JD Vance mendapat pandangan negatif dari sekitar separuh pemilih.

KEYWORD :

Pemilu Sela AS Donald Trump Partai Republik Partai Demokrat




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :