Rabu, 14/10/2026 15:30 WIB

Malaysia Imbau Warganya Tunda Umrah, Kenapa?





Pemerintah Malaysia mengimbau seluruh warganya untuk menunda sementara perjalanan ibadah umrah serta kunjungan ke Mekkah dan Madinah.

Jemaah umrah di Makkah, Arab Saudi (Foto: Reuters)

Jakarta, Jurnas.com - Pemerintah Malaysia mengimbau seluruh warganya untuk menunda sementara perjalanan ibadah umrah serta kunjungan yang tidak mendesak ke kota suci Makkah dan Madinah.

Imbauan ini dikeluarkan menyusul rangkaian serangan rudal dan proyektil yang dilancarkan kelompok Houthi ke sejumlah fasilitas penerbangan di Arab Saudi.

Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, menyatakan bahwa meskipun tidak ada insiden keamanan yang dilaporkan di Makkah, ledakan rudal di Riyadh memicu kekhawatiran keselamatan warga negaranya.

Keterangan tersebut disampaikan usai menghadiri pelepasan Raja Abdullah II dari Yordania di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada Senin (12/10).

Sebelumnya, kelompok Houthi mengaku bertanggung jawab atas serangan yang menyasar beberapa instalasi penerbangan, termasuk Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.

Serangan pada pada Sabtu (10/10) menyebabkan 13 orang tewas dan lebih dari 300 orang luka-luka, disusul serangan pada Minggu yang menewaskan satu orang dan melukai belasan lainnya.

Kementerian Luar Negeri Malaysia mengonfirmasi bahwa tidak ada warga negara Malaysia yang menjadi korban tewas atau luka-luka, baik dalam serangan di Bandara Internasional King Khalid maupun insiden proyektil di dekat Bandara Internasional King Fahd, Dammam.

Akibat serangan beruntun tersebut, Otoritas Penerbangan Sipil Umum Arab Saudi (GACA) memperpanjang penangguhan operasional Bandara Internasional King Khalid guna menyelesaikan verifikasi keselamatan fasilitas bandara.

Berdasarkan Notice to Airmen (NOTAM), penutupan operasional bandara utama di Riyadh tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 17 Oktober 2026 pukul 21.00 GMT.

KEYWORD :

Houthi Yaman Ibadah Umrah Kemenlu Malaysia




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :