Rabu, 14/10/2026 15:13 WIB

Kemendikdasmen Masifkan Pemanfaatan Rumah Pendidikan di Sekolah





Guru Bahasa Indonesia di SMA Budi Mulia Jakarta, Jodi Hendriono Siringoringo mengakui platform Rumah Pendidikan mempermudah kegiatan belajar mengajar di kelas.

Para guru mengikuti simulasi penerapan metode station rotation untuk meningkatkan keaktifan siswa di kelas (Foto: Habib/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperluas pemanfaatan platform Rumah Pendidikan ke sekolah-sekolah melalui program Sapa Sekolah.

Penanggung Jawab Jejaring dan Kemitraan Pusdatin Kemendikdasmen, Tuti Alawiyah, mengatakan bahwa program ini dirancang untuk mengenalkan platform secara langsung dan mendalam kepada para pendidik maupun siswa.

"Kami mendatangi beberapa sekolah mengenalkan secara langsung, intens, dan lebih detail bagaimana cara akses dan memanfaatkannya dengan simulasi. Sasarannya ada yang langsung ke guru dan ada juga yang ke murid," kata Tuti di SMAN 1 Jakarta, pada Rabu (14/10).

Guna memperkuat penetrasi di ruang kelas, Pusdatin turut membina ribuan komunitas guru yang dibekali keterampilan khusus dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran digital.

"Kami di Pusdatin mengelola 1.450 komunitas Guru Pejuang Digital (GPD). Si GPD ini yang kita latih terus karena harapannya mereka bisa satu level di atas guru-guru biasa. Mereka tahu cara pakainya, memanfaatkan di kelas, mendokumentasikan, dan membagikannya ke kanal medsos," kata Tuti.

Adapun mengenai penyediaan materi pembelajaran interaktif pada fitur Ruang Murid, Pusdatin mengandalkan strategi kemitraan.

"Kami sudah bermitra dengan lebih dari 15 mitra yang saat ini sudah berkontribusi lebih dari 2.000 konten secara gratis. Padahal satu konten interaktif itu kalau kita beli harganya berkisar antara Rp10 juta sampai Rp25 juta," ujar Tuti.

Manfaat platform Rumah Pendidikan ini dirasakan langsung Jodi Hendriono Siringoringo, seorang guru Bahasa Indonesia di SMA Budi Mulia Jakarta. Ia mengaku platform tersebut dapat mempermudah kegiatan belajar mengajar yang lebih interaktif dengan materi-materi yang lebih tertata.

Jodi mengapresiasi platform Rumah Pendidikan karena mengintegrasikan berbagai kebutuhan operasional sekolah ke dalam satu aplikasi terpadu.

"Rumah Pendidikan menyediakan beberapa fitur yang dapat mengurangi penggunaan aplikasi lainnya, sehingga di dalam satu aplikasi itu terdapat fitur-fitur seperti Ruang GTK, Ruang Murid yang bisa diakses murid, dan juga Ruang Sekolah," ujar Jodi.

Selain itu Jodi juga menyoroti efektivitas penerapan metode pembelajaran station rotation untuk meningkatkan antusiasme belajar siswa di dalam kelas.

"Posisi peserta didik di kelas itu tidak ngantuk, tidak bosan. Walaupun ada semacam permainan seperti itu, mereka tetap bisa fokus untuk mencapai pembelajaran di kelas" ujar dia.

Secara teknis pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, metode ini diterapkan dengan membagi materi teori dan analisis struktur teks ke dalam beberapa pos tantangan.

"Contohnya di teks eksplanasi, eksposisi, atau teks cerita sejarah rekon naratif. Struktur itu akan dibagi menjadi Pos 1, 2, dan 3," kata Jodi.

"Mereka akan mencari misalnya struktur orientasi dan konflik, seterusnya mencari kaidah kebahasaannya. Sehingga ada tantangan tetapi tetap mencapai teori yang disampaikan," Jodi menambahkan.

KEYWORD :

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen RI Pusdatin Kemendikdasmen




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :