Rabu, 14/10/2026 14:57 WIB

Kemendikdasmen Gandeng 15 Mitra Sediakan Konten Gratis di Rumah Pendidikan





Pusdatin Kemendikdasmen menggandeng 15 mitra untuk menyediakan ribuan konten pembelajaran gratis di platform Rumah Pendidikan.

Ilustrasi siswa memanfaatkan layar interaktif untuk mengakses materi pembelajaran di sekolah (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggandeng 15 mitra untuk menyediakan ribuan konten pembelajaran gratis di Rumah Pendidikan.

Penanggung Jawab Jejaring dan Kemitraan Pusdatin Kemendikdasmen, Tuti Alawiyah, mengatakan bahwa pengadaan konten pembelajaran interaktif biasanya membutuhkan biaya yang tergolong tinggi jika dibeli secara komersial.

"Kalau aslinya tuh agak lumayan deh. Jadi, satu konten tuh bisa sekitar antara range 10 sampai 25 juta," kata Tuti saat ditemui di SMAN 1 Jakarta, pada Rabu (14/10).

Namun, lanjut Tuti, melalui skema kemitraan yang dibangun Pusdatin, lebih dari 15 mitra penyedia konten bersedia memberikan materi-materi tersebut secara cuma-cuma.

"Nah, kalau dari Pusdatin, dari kami pendekatannya mitra. Saat ini kita sudah bermitra lebih dari 15 mitra yang kontribusi konten, dan sudah lebih dari 2.000-an konten yang dikontribusikan oleh mitra secara for free," kata dia.

Tuti mengungkapkan bahwa capaian lebih dari 2.000 konten gratis tersebut telah jauh melampaui target awal Pusdatin pada tahun ini yang semula dipatok sebanyak 1.000 konten.

Salah satu mitra yang telah berkontribusi ialah Pesona Edu, yang menyumbangkan konten interaktif untuk kelompok mata pelajaran sains dan matematika.

Selain jalur kemitraan yang dikelola Pusdatin, pengadaan konten di kementerian juga dilakukan secara internal, salah satunya sayembara bahan ajar bagi para guru.

Lebih lanjut, Pusdatin juga mengelola 1.450 komunitas guru pejuang digital (GDP) yang dibekali pelatihan intensif agar mampu mempraktikkan, mendokumentasikan, serta menyebarluaskan metode pembelajaran digital di ruang kelas dan media sosial.

"Si GPD ini yang kita latih terus karena harapannya mereka bisa satu level di atas guru-guru biasa. Mereka tahu cara pakainya, memanfaatkan di kelas, mendokumentasikan, dan membagikannya ke kanal medsos," ujar Tuti.

KEYWORD :

Rumah Pendidikan Sapa Sekolah Kemendikdasmen RI Tuti Alawiyah




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :