Jum'at, 09/10/2026 16:14 WIB

Bolehkah Radiator Diisi Air Mineral Biasa? Pahami Risikonya





Sistem pendingin kendaraan bertugas menjaga suhu operasional mesin agar tetap berada pada rentang ideal, dan terhindar dari potensi panas berlebih

Radiator mobil (Foto: Astra Daihatsu)

Jakarta, Jurnas.com - Sistem pendingin kendaraan bertugas menjaga suhu operasional mesin agar tetap berada pada rentang ideal, dan terhindar dari potensi panas berlebih (overheat).

Meski pabrikan telah menetapkan penggunaan cairan khusus (radiator coolant), sebagian pengguna mobil masih kerap mengisi tabung reservoir menggunakan air mineral kemasan atau air keran.

Lalu, bolehkah sistem radiator mobil diisi dengan air mineral biasa?

Perlu diketahui, penggunaan air mineral pada radiator pada dasarnya hanya diperbolehkan dalam kondisi darurat di perjalanan. Sebab, air mineral kemasan atau air sumur mengandung berbagai zat mineral, seperti kalsium dan logam berat, yang tidak bisa dilihat kasat mata.

Jika digunakan secara terus-menerus, kandungan mineral tersebut akan bereaksi dengan panas tinggi dan membentuk kerak padat di sepanjang saluran pipa pipih radiator.

Endapan kerak ini lama-kelamaan akan menyumbat sirkulasi cairan pendingin dan memicu timbulnya karat atau korosi pada blok mesin serta komponen pompa air (water pump).

Selain itu, air mineral hanya memiliki titik didih maksimal sekitar 100 derajat Celsius, jauh di bawah cairan coolant yang mampu menahan temperatur hingga di atas 120 derajat Celsius.

Pengguna mobil yang terpaksa mengisi air mineral saat keadaan darurat dianjurkan untuk segera melakukan pengurasan (radiator flush) dan mengisinya kembali dengan coolant resmi setibanya di bengkel.

KEYWORD :

Air Radiator Coolant Radiator Perawatan Mobil Mesin Overheat




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :