Tim Ekspedisi Patriot (TEP) IPB University memasang Automatic Weather Station (AWS) di Kampung Harapan Makmur, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Papua Selatan (Foto: Kementrans)
Jakarta, Jurnas.com - Tim Ekspedisi Patriot (TEP) IPB University memasang Automatic Weather Station (AWS) di Kampung Harapan Makmur, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, sebagai upaya membantu petani menghadapi ketidakpastian cuaca dan tantangan iklim yang selama ini memengaruhi produktivitas pertanian.
Melalui AWS, warga lokal dan transmigran di Kampung Harapan Makmur serta wilayah sekitarnya dapat mengakses data cuaca secara real-time melalui sistem digital. Teknologi tersebut juga menyediakan prediksi kondisi iklim hingga 15 hari ke depan sehingga petani dapat menyesuaikan kegiatan pertanian dengan kondisi cuaca yang dihadapi.
Data dari stasiun cuaca otomatis itu dapat dimanfaatkan untuk membantu petani mengantisipasi potensi serangan hama dan risiko kekeringan. AWS yang dipasang Tim Ekspedisi Patriot IPB University memiliki jangkauan hingga 40 kilometer.
Bagi masyarakat Kampung Harapan Makmur, kehadiran teknologi tersebut dinilai penting karena mayoritas warga menggantungkan penghidupan dari sektor pertanian.
"Karena dengan pemasangan itu, kita dimudahkan. Petani sangat dibantu, karena masyarakat Kampung Harapan Makmurmayoritas penghidupannya adalah dari pertanian. Sehingga dengan adanya alat itu, warga petani Kampung Harapan Makmur sangat terbantu, dan dengan harapan ke depannya dapat bermanfaat, dapat meningkatkan kualitas hasilnya," ujar Kepala Kampung Harapan Makmur, Sutamto, dalam siaran pers, Senin (21/9).
TEP IPB University turut melakukan pendampingan berkelanjutan kepada petani guna menerapkan pertanian cerdas iklim (climate-smart agriculture), mulai dari menyusun kalender tanam, mengatur pemompaan air, hingga mengantisipasi hama secara presisi via dashboard digital."Kita akan menjadikan petaninya, petani yang bertani dengan cerdas iklim. Nah, cerdas iklim ini kan, jadi bagaimana bertani menyesuaikan dengan karakter agroklimat yang ada di sana, ya, termasuk nanti mempelajari betul bagaimana kecukupan air dan karakter-karakter agroklimat serta konsekuensi dari agroklimat itu untuk pertanian," ujar Ahmad Junaidi, Ketua Tim TEP IPB University.Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Tim Ekspedisi Patriot IPB University Cuaca Tak Menentu
























