Presiden AS Donald Trump (Foto: Dennis Schneidler-Imagn/Reuters)
Jakarta, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerang sejumlah media setelah CNN, Politico, dan MS NOW menggugat Gedung Putih terkait keputusan yang membatasi akses wartawan mereka ke kompleks kepresidenan.
Melalui unggahan di platform Truth Social pada Senin (21/9), Trump menyebut ketiga organisasi media tersebut sebagai media "Fake News" dan mempertanyakan alasan mereka masih diperbolehkan mengakses Oval Office.
“Ruangan itu disebut Oval Office, dan seharusnya diperlakukan dengan kesopanan, rasa hormat, dan martabat, bukan dinodai oleh badut-badut kelas teri yang dengan sengaja memutarbalikkan, membelokkan, dan merendahkan segala sesuatu yang mereka tulis atau publikasikan,” tulis Trump.
Trump juga menuduh pemberitaan mengenai dirinya hampir selalu bernada negatif dan keliru. Menurut dia, pemberitaan tersebut bahkan dalam sejumlah kasus dapat membahayakan kepentingan Amerika Serikat.
“Hampir setiap pemberitaan tentang saya, atau apa pun yang berkaitan dengan saya, bernada negatif, keliru, dan dalam banyak kasus BERBAHAYA bagi negara kita!,” kata Trump.
Dia kemudian menegaskan akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk memastikan Amerika Serikat berkembang, seraya menyebut "FAKE NEWS" sebagai ancaman terhadap demokrasi.
Pernyataan tersebut muncul setelah CNN, Politico, dan MS NOW mengajukan gugatan terhadap Gedung Putih. Ketiga organisasi media itu mempersoalkan keputusan yang membuat wartawan mereka tidak lagi mendapatkan akses ke kompleks kepresidenan.
Sengketa tersebut kemudian memicu solidaritas dari anggota kelompok televisi yang selama ini tergabung dalam White House television pool. ABC News, CBS News, CNN, Fox News Media, dan NBC News menyampaikan pernyataan bersama yang menegaskan pentingnya akses publik terhadap informasi independen mengenai pemerintahan.
“Pengalaman publik memiliki kepentingan yang vital untuk menerima informasi yang akurat dan independen mengenai pemerintahnya,” demikian pernyataan bersama tersebut.
Mereka juga menegaskan bahwa sebuah pemerintahan tidak seharusnya membatasi organisasi media hanya karena tidak menyukai pemberitaan yang diterbitkannya.
Sebagai bentuk protes, lima jaringan televisi besar tersebut kemudian menghentikan liputan mereka pada Senin pagi terkait aktivitas Gedung Putih. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap CNN, MS NOW, dan Politico yang akses wartawannya dibatasi.
Dampaknya terlihat dalam peliputan kegiatan Trump pada hari yang sama. Dalam sebuah seremoni pemotongan pita di Gedung Putih, Trump tampil dikelilingi pekerja yang mengenakan helm serta rompi keselamatan.
Acara tersebut disiarkan Newsmax dengan tayangan visual langsung, tetapi tanpa audio karena kelompok pers yang biasanya meliput kegiatan tersebut tidak hadir.
The Washington Post juga menyatakan tidak akan menerbitkan foto dari kegiatan kepresidenan pada Senin sebagai bentuk dukungan terhadap media yang aksesnya dibatasi. (*)
SUmber: Anadolu
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Presiden AS Donald Trump Organisasi Media Akses Gedung Putih
























