Petugas pertahanan sipil berusaha menyelamatkan korban yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan tempat tinggal yang rusak akibat serangan Israel sebelumnya selama perang dan runtuh. (Foto: Mahmoud Issa/Reuters)
Gaza, Jurnas.com - Sebuah bangunan perumahan yang rusak akibat perang runtuh di Kota Gaza, menewaskan sedikitnya 16 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, serta menjebak puluhan orang di bawah puing-puing.
Pertahanan Sipil Palestina pada hari Rabu menyatakan sedikitnya 16 orang tewas, termasuk lima anak-anak, dan 14 lainnya luka-luka ketika bangunan tujuh lantai tersebut runtuh pada malam hari.
Rekaman yang diverifikasi oleh Al Jazeera menunjukkan tim penyelamat menarik anak-anak dari reruntuhan, bekerja sama dengan warga yang menggali puing menggunakan tangan kosong. Menurut saksi mata dan rekaman tersebut, tangisan anak-anak yang meminta tolong terdengar dari bawah reruntuhan saat kru pertahanan sipil berupaya menjangkau korban selamat.
Sebuah video memperlihatkan seorang anak perempuan ditarik dalam kondisi hidup dari puing-puing, serta beberapa korban selamat lainnya muncul dari reruntuhan, termasuk anak-anak kecil yang tampak terengah-engah, sebelum akhirnya dievakuasi menggunakan ambulans.
Juru bicara pertahanan sipil Gaza, Mahmoud Basal, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa “tim pertahanan sipil masih terus bekerja untuk mengevakuasi para syuhada dari bawah puing-puing dan mencari korban yang hilang. Hingga saat ini, terdapat hampir 100 warga Palestina yang masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan ini.”
Ia menambahkan bahwa sangat sulit untuk menjangkau para korban karena tim penyelamat tidak memiliki peralatan yang memadai.
Media lokal melaporkan bahwa bangunan tersebut sebelumnya sempat terkena serangan udara Israel, yang menyebabkan retakan dan kerusakan struktur sebelum akhirnya runtuh.
Perang genosida Israel terhadap warga Palestina di Gaza telah merusak dan menghancurkan sebagian dari ribuan bangunan di seluruh wilayah yang diblokade tersebut. Israel juga membatasi masuknya material konstruksi yang dibutuhkan untuk perbaikan.
Banyak warga Palestina terpaksa tinggal di bangunan berbahaya yang “mengancam nyawa mereka” karena tidak memiliki tempat lain untuk berlindung, mengingat “ketiadaan pusat pengungsian atau tenda yang layak,” ujar Mahmoud.
Israel juga menerapkan pembatasan ketat terhadap masuknya alat berat yang sangat dibutuhkan oleh tim pertahanan sipil untuk menyingkirkan puing-puing secara aman dan menjalankan operasi penyelamatan.
Kondisi ini memaksa kru penyelamat untuk sangat mengandalkan tenaga manual demi menjangkau orang-orang yang terjebak dalam insiden serupa, sehingga memperlambat waktu tanggap darurat.
Sumber: Aljazeera.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Bangunan Runtuh Warga Gaza Warga Palestina





















