Rabu, 02/09/2026 18:19 WIB

Legislator PDIP Desak Kemenbud Rekonstruksi Kampung Adat Sasak Sade





Beberapa waktu lalu rumah adat, kampung adat Sasak Sade di Lombok, Nusa Tenggara Barat itu kebakaran. Dan itu nyaris atau bahkan menghanguskan hampir seluruhnya

Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana. (Foto: EMedia DPR)

Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana mendesak Kementerian Kebudayaan segera mengambil langkah konkret untuk merekonstruksi Kampung Adat Sasak Sade di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang mengalami kebakaran hingga nyaris menghanguskan sebagian besar kawasan adat.

Bonnie menilai rekonstruksi penting dilakukan mengingat Kampung Adat Sasak Sade tidak hanya memiliki nilai ekonomi sebagai salah satu destinasi wisata di Lombok, tetapi juga menyimpan nilai sejarah dan kebudayaan masyarakat Sasak yang perlu dilestarikan.

“Beberapa waktu lalu rumah adat, kampung adat Sasak Sade di Lombok, Nusa Tenggara Barat itu kebakaran. Dan itu nyaris atau bahkan menghanguskan hampir seluruhnya. Penting juga segera Kementerian Kebudayaan melakukan intervensi untuk merekonstruksi kampung adat tersebut,” ujar Bonnie dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI bersama Menteri Kebudayaan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9).

Politikus PDIP itu menjelaskan bahwa proses rekonstruksi tidak boleh hanya berorientasi pada pemulihan fisik bangunan. Pemerintah perlu memastikan karakter, nilai budaya, dan identitas masyarakat adat Sasak tetap dipertahankan.

Karena itu, keterlibatan Kementerian Kebudayaan dinilai penting agar proses pemulihan tidak menghilangkan nilai-nilai budaya yang melekat pada kawasan tersebut.

Bonnie menegaskan kampung adat merupakan bagian dari kekayaan budaya nasional yang membutuhkan perhatian dan perlindungan pemerintah. Terlebih, Sasak Sade kini harus menghadapi dampak kebakaran yang mengancam keberlangsungan kawasan adat tersebut.

“Karena ini penting sekali dan tidak hanya menjadi tujuan wisata, tapi kita tahu bahwa daerah itu daerah yang sangat bersejarah dan memiliki catatan di dalam sejarah perjuangan melawan kolonialisme Belanda pada tahun 1907,” katanya.

Dia menambahkan, Kampung Adat Sasak Sade memiliki nilai yang lebih luas daripada sekadar destinasi pariwisata. Kawasan tersebut menjadi bagian dari sejarah dan identitas budaya masyarakat Sasak yang diwariskan secara turun-temurun.

Menurut Bonnie, catatan sejarah mengenai perjuangan masyarakat setempat dalam menghadapi kolonialisme Belanda pada awal abad ke-20 semakin memperkuat pentingnya upaya pelestarian kawasan tersebut.

Karena itu, dia berharap Kementerian Kebudayaan segera memberikan kepastian mengenai bentuk intervensi dan langkah rekonstruksi yang akan dilakukan.

“Pemulihan Kampung Adat Sasak Sade harus tetap mempertahankan nilai sejarah, budaya, serta karakter kawasan adat,” pungkasnya.

 

 

 

KEYWORD :

Warta DPR Komisi X Bonnie Triyana Kampung Adat Sasak Sade Politikus PDIP Kemenbud RI




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :