Senin, 31/08/2026 16:47 WIB

Hari Kesadaran Overdosis Setiap 31 Agustus, Ini Sejarah dan Tujuannya





Setiap tanggal 31 Agustus, masyarakat global memperingati International Overdose Awareness Day atau Hari Kesadaran Overdosis Internasional.

Ilustrasi - Hari Kesadaran Overdosis Internasional setiap 31 Agustus (Foto: iStockphoto)

Jakarta, Jurnas.com - Setiap tanggal 31 Agustus, masyarakat global memperingati International Overdose Awareness Day atau Hari Kesadaran Overdosis Internasional.

Peringatan tahunan yang diinisiasi sejak awal milenium ini menjadi kampanye kesehatan masyarakat terbesar di dunia untuk mengedukasi publik mengenai risiko overdosis, mencegah angka kematian akibat zat terlarang, serta menghapus stigma sosial yang kerap melekat pada para korban dan keluarga mereka.

Melansir dari berbagai sumber, gerakan ini pertama kali dicetuskan pada tahun 2001 di Melbourne, Australia.

Inisiatif tersebut berawal dari Sally Finn, seorang manajer program kesehatan di Salvation Army yang memprakarsai pembagian pita perak (silver ribbon) sebagai simbol dukungan dan duka cita.

Sejak saat itu, gerakan ini berkembang pesat dari inisiatif lokal menjadi agenda kesehatan publik global. Pengelolaan kampanye ini berada di bawah naungan organisasi nirlaba Penington Institute sejak tahun 2012.

Ratusan negara kini rutin menggelar acara peringatan setiap 31 Agustus, mulai dari penyuluhan kesehatan, lokakarya penanganan darurat overdosis, hingga malam renungan dan penyalaan lilin (candlelight vigil).

Overdosis obat, baik yang melibatkan narkotika ilegal, zat sintetis seperti fentanil, maupun penyalahgunaan obat resep merupakan krisis kesehatan global yang telah merenggut jutaan nyawa. Peringatan ini memiliki tiga pilar utama:

- Edukasi dan Pencegahan: Mengedukasi masyarakat luas mengenai tanda-tanda klinis overdosis—seperti hilangnya kesadaran, bibir atau kuku kebiruan, serta pernapasan yang lambat atau terhenti—serta pentingnya respons cepat dengan membawa korban ke fasilitas medis atau memberikan obat penawar darurat seperti naloxone.

- Penghapusan Stigma: Mengubah pandangan umum yang menganggap overdosis semata-mata sebagai kegagalan moral, melainkan sebagai isu kesehatan yang membutuhkan pendekatan medis dan empati. Stigma negatif selama ini kerap menjadi penghalang utama bagi seseorang untuk mencari bantuan atau pengobatan medis.

- Ruang Duka bagi Keluarga: Memberikan penghormatan bagi para korban yang meninggal dunia serta memberi ruang aman bagi keluarga, kerabat, dan sahabat yang ditinggalkan untuk berduka tanpa rasa malu atau penghakiman sosial.

Laporan dari badan kesehatan dunia (World Health Organization) dan berbagai lembaga penanggulangan narkotika menegaskan bahwa sebagian besar kasus kematian akibat overdosis sebenarnya dapat dicegah melalui intervensi yang tepat, perluasan akses terhadap layanan rehabilitasi, serta kebijakan penanganan penyalahgunaan zat berorientasi pada pengurangan dampak buruk (harm reduction).

Peringatan Hari Kesadaran Overdosis Internasional setiap 31 Agustus menjadi pengingat bagi seluruh lapisan masyarakat dan pemangku kebijakan bahwa setiap nyawa berharga dan pencegahan krisis overdosis memerlukan kolaborasi lintas sektor yang mengedepankan prinsip kemanusiaan.

KEYWORD :

Hari Kesadaran Overdosis Internasional 31 Agustus Peringatan Dunia Bulan Agustus




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :