Keluarga korban karamnya feri di Siprus Utara (Foto: Reuters)
Nikosia, Jurnas.com - Tim penyelam bergabung dalam operasi pencarian besar-besaran di perairan dalam pasca karamnya sebuah kapal feri di lepas pantai Siprus Utara pada Minggu (30/8). Insiden maut ini menewaskan sedikitnya delapan orang dan menyebabkan hampir 20 penumpang lainnya masih dinyatakan hilang hingga Senin (31/8).
Kapal feri berbadan ganda yang mengangkut 267 penumpang tersebut mengalami kebocoran dan terbalik tidak lama setelah bertolak dari kota pelabuhan Kyrenia menuju Pelabuhan Tasucu di Provinsi Mersin, Turki.
Sejumlah korban selamat bertahan dengan memegang lambung kapal yang terbalik sebelum akhirnya dievakuasi oleh kapal yang melintas serta tim garda pantai.
Turki Klaim Gas Siprus Utara
"Kami telah menunggu sejak pagi, selama 12 jam atau mungkin lebih," ujar Naif Ezer, salah satu kerabat penumpang yang menunggu kepastian kabar di luar area pelabuhan Kyrenia, sebagaimana dikutip dari Reuters.
Berdasarkan kesaksian di lokasi, kapal sempat mengalami guncangan hebat sebelum menghantam permukaan laut hingga bagian haluannya pecah. Bangkai kapal saat ini dilaporkan karam di dasar laut pada kedalaman lebih dari 500 meter.
Tim penyelam dari Turki dikerahkan untuk membantu proses pencarian. Otoritas setempat memberikan perkiraan jumlah korban hilang yang bervariasi antara 18 hingga 19 orang.
Sementara itu, pihak berwenang telah mengamankan kapten beserta seluruh awak kapal untuk menjalani proses pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Feri Tenggelam Siprus Utara Tragedi Feri Kyrenia


























