Banjir bandang dan longsor menerjang wilayah perbatasan Nepal dan China, sejumlah bangunan terkubur lumpur (Foto: Anadolu)
Jakarta, Jurnas.com - Korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Nepal dan wilayah Tibet, China, terus bertambah. Hingga Sabtu, jumlah korban meninggal mencapai 691 orang, sementara lebih dari 3.000 orang masih dinyatakan hilang.
Di Nepal, badan penanggulangan bencana melaporkan 675 orang meninggal dunia dan 2.498 orang masih hilang. Sementara di Tibet, China, tercatat 16 korban meninggal dan 546 orang belum ditemukan.
Tim pencarian masih menyisir wilayah terdampak dan menemukan jenazah yang terbawa arus banjir. Banjir besar dan longsor menerjang sejumlah wilayah Nepal setelah meluapnya Sungai Bhotekoshi dan Trishuli yang berhulu di kawasan Himalaya.
Proses identifikasi korban juga menghadapi kendala besar. Dari 669 jenazah yang telah ditemukan di Nepal, baru 20 yang berhasil diidentifikasi oleh keluarga hingga Sabtu malam.
Juru bicara Kepolisian Nepal, Deputy Inspector General Abi Narayan Kafle, mengatakan sebagian jenazah ditemukan dalam kondisi tidak utuh setelah terseret arus dan tertimbun lumpur.
"Dari 669 jenazah yang ditemukan, 211 ditemukan dalam kondisi rusak, sebagian atau terpisah, sehingga identifikasi secara visual menjadi sangat sulit," kata Kafle, dikutip Kathmandu Post.
Sebanyak 261 warga negara asing telah diselamatkan, sementara 320 orang asing masih belum diketahui keberadaannya, menurut pembaruan Nepal Tourism Board.
Amerika Serikat juga mengumumkan bantuan kemanusiaan senilai lebih dari US$3,6 juta untuk Nepal. Bantuan tersebut termasuk dukungan pangan darurat bagi hingga 10.000 rumah tangga terdampak banjir.
Besarnya korban dan luasnya wilayah terdampak membuat operasi pencarian dan identifikasi berlangsung dalam kondisi sulit. Otoritas Nepal masih berupaya menemukan korban yang hilang sekaligus memastikan identitas jenazah yang telah dievakuasi.
Dengan jumlah korban yang masih terus diperbarui, angka kematian maupun orang hilang berpotensi berubah seiring tim penyelamat menjangkau wilayah yang sebelumnya terisolasi. (*)
Sumber: Anadolu
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Banjir Bandang Banjir Nepal-China Korban Banjir
























