Sebuah kapal terlihat di lepas pelabuhan Aden, tempat lalu lintas tetap stabil setelah kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran mengatakan pasukan mereka telah melakukan serangan rudal dan drone terhadap kapal tanker minyak Saudi, di Aden, Yaman (Foto: Reuters)
Dubai, Jurnas.com - Pemerintah Yaman memperingatkan bahwa kelompok pemberontak Houthi tengah merencanakan operasi militer untuk menguasai wilayah daratan di sepanjang Selat Bab Al-Mandab.
Penguasaan wilayah ini berpotensi memberikan kendali penuh bagi Houthi atas salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia tersebut, sebagaimana dikutip dari Arab News pada Kamis (20/8).
Menteri Informasi Yaman, Moammar Al-Eryani, mengungkapkan bahwa kelompok Houthi yang disokong Iran sedang menciptakan kondisi sebagaimana Selat Hormuz saat ini, dengan perluasan kehadiran militer di sepanjang pantai barat serta menargetkan pulau-pulau strategis di Laut Merah.
Langkah ini menyusul penutupan Selat Hormuz oleh Iran dalam konfliknya dengan Amerika Serikat, yang menjadikan Selat Bab Al-Mandab semakin krusial sebagai rute transit utama bagi ekspor minyak Arab Saudi.
Tiga sumber militer Houthi dan juru bicara Pasukan Perlawanan Nasional yang berafiliasi dengan pemerintah Yaman mengonfirmasi adanya pergerakan pasukan pemberontak ke arah selatan dari wilayah yang mereka kuasai di Hodeida.
Sekitar 2.000 milisi Houthi dilaporkan telah dikerahkan ke garis depan sepanjang pantai barat Yaman di Provinsi Taiz dan Hodeida, lengkap dengan peluncur roket.
"Melalui serangan berulang ke Kota Mokha dan pelabuhannya, milisi Houthi berusaha mengamankan pijakan di pesisir Bab Al-Mandab dan mengubah situasi kawasan ini menyerupai Selat Hormuz," ujar Juru Bicaranya, Mayor Jenderal Sadeq Duwaid.
Houthi Masifkan Serangan Rudal ke Pasukan Yaman
Analis risiko dari Basha Report yang berbasis di AS, Mohammed Al-Basha, menilai bahwa perebutan koridor darat di sekitar Bab Al-Mandab dipandang sebagai kemenangan strategis yang lebih mudah dijangkau oleh Houthi dibandingkan pertempuran di gurun Marib.
Eskalasi di sepanjang pantai barat ini meningkat setelah kelompok Houthi mengakhiri gencatan senjata pada 2022 dengan pemerintah Yaman yang diakui PBB pada Juli lalu, disusul dengan deklarasi embargo maritim terhadap kapal-kapal terkait Arab Saudi.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Selat Bab Al Mandab Houthi Yaman Krisis Laut Merah Blokade Selat Hormuz






















