Anggota pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNIFIL mengamati dari menara pengawas di kota Marwahin, di Lebanon Selatan (Foto: Reuters)
Jakarta, Jurnas.com - Pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) mencatat lonjakan tajam aktivitas militer Israel sepanjang minggu ini, yang menjadi eskalasi tertinggi sejak diumumkannya kerangka kerja kesepakatan gencatan senjata trilateral oleh Amerika Serikat pada 26 Juni lalu.
Antara tengah malam hingga pukul 16.00 waktu setempat pada Kamis (6/8), UNIFIL merekam sedikitnya 120 proyektil yang ditembakkan oleh militer Israel. Angka ini melampaui total harian pada Rabu sebanyak 113 proyektil sekaligus mencatatkan rekor tertinggi dalam sehari sejak 21 Juni. UNIFIL menegaskan tidak mendeteksi adanya peluncuran proyektil dari pihak Hizbullah pada kedua periode tersebut.
Eskalasi militer ini bertepatan dengan tingginya intensitas aktivitas udara Israel. Pasukan perdamaian mencatat 49 pelanggaran ruang udara Lebanon pada Rabu dengan total durasi penerbangan mencapai lebih dari 131 jam—rekor tertinggi sejak 23 Juni. Selain itu, terdeteksi tiga serangan udara di barat laut Al-Mansuri, dengan dua di antaranya menghantam area di timur laut posisi UNIFIL. Sebanyak 29 pelanggaran ruang udara lanjutan serta sedikitnya tiga serangan udara terkonfirmasi di dekat Al-Mansuri kembali terpantau pada Kamis.
UNIFIL menyatakan mengetahui laporan media terkait tewasnya dua prajurit Israel dan beberapa lainnya luka-luka akibat ledakan di area Al-Mansuri pada Rabu, yang dikabarkan terjadi saat pasukan masuk ke sebuah fasilitas sebelum rencana penghancuran.
Meski tidak mendengar atau menyaksikan ledakan tersebut secara langsung, UNIFIL mencatat adanya perintah evakuasi dan pengungsian lanjutan dari pihak Israel untuk wilayah Al-Mansuri. UNIFIL menambahkan bahwa 77 dari 113 proyektil yang tercatat pada Rabu menghantam Al-Mansuri dan area sekitarnya.
UNIFIL terus memantau dan menindaklanjuti laporan mengenai infrastruktur tanpa izin, termasuk aktivitas jaringan terowongan di wilayah operasinya di Lebanon selatan melalui mekanisme koordinasi dan komunikasi yang sesuai dengan mandatnya.
PBB menggambarkan situasi pekan ini diwarnai oleh serangan tidak langsung masif dari militer Israel yang menyasar berbagai titik di sektor timur dan barat, wilayah utara Sungai Litani, hingga konsentrasi aset militer berskala besar, pekerjaan teknik intensif, dan pergerakan logistik utama.
Pada Senin, UNIFIL turut mengamati kapal patroli Israel yang menerobos masuk ke perairan teritorial Lebanon sebelum akhirnya kembali ke arah selatan.
Di samping pemantauan militer, pasukan penjaga perdamaian terus membersihkan bahaya peledak di wilayah operasinya. Bom yang belum meledak dan ditemukan pada Selasa di dekat Marjayoun Sektor Timur dikonfirmasi berasal dari bom klaster (cluster bombs).
Sementara itu, delapan orang dilaporkan luka-luka akibat serangan udara malam hari di Burj Al-Shemali dekat Tyre. Serangan terpisah di Tibnine, Provinsi Nabatieh, menewaskan satu orang dan melukai 12 lainnya, menurut data Kementerian Kesehatan Publik Lebanon.
Terkait situasi kemanusiaan, Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) melaporkan sekitar 30 keluarga telah mengungsi dari Al-Mansuri ke kota Tyre di selatan dan kini menempati posko pengungsian atau menumpang di kediaman kerabat. Mitra bantuan kemanusiaan telah bergerak menyalurkan bantuan darurat.
OCHA menambahkan bahwa kebutuhan kemanusiaan juga tetap tinggi di kalangan keluarga pengungsi yang kembali ke wilayah terdampak konflik di distrik Bekaa Barat. Meskipun hampir 90 persen rumah tangga telah kembali ke desa mereka, mayoritas melaporkan kerusakaan berat pada rumah, tempat usaha, sekolah, hingga infrastruktur air, di samping terputusnya mata pencaharian dan meningkatnya kekhawatiran akan keselamatan.
"Kebutuhan kemanusiaan tidak berhenti ketika warga kembali ke rumah mereka," tegas OCHA seraya mendesak bantuan berkelanjutan dan dukungan pemulihan awal untuk membantu para pengungsi dan komunitas penerima membangun kembali kehidupan mereka.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Lebanon Israel Pasukan UNIFIL Serangan Israel
























