Minggu, 02/08/2026 03:08 WIB

Abaikan Gencatan Senjata, Israel Tembak Mati Anggota Hizbullah di Lebanon





Militer Israel menyatakan telah menembak mati beberapa anggota Hizbullah di wilayah Lebanon selatan

Wanita berjalan di dekat bangunan yang hancur, dengan satu orang memegang bendera Hizbullah (Foto: REUTERS)

Jakarta, Jurnas.com - Militer Israel menyatakan telah menembak mati beberapa anggota Hizbullah di wilayah Lebanon selatan dan mengonfirmasi seorang prajuritnya terluka, meskipun kesepakatan gencatan senjata telah ditandatangani.

Pihak militer mengklaim berhasil mendeteksi pergerakan beberapa anggota Hizbullah pada malam hari di dalam wilayah yang ditetapkan Israel sebagai "zona keamanan" di Lebanon selatan yang diduduki oleh pasukannya.

"Setelah teridentifikasi, para prajurit menyerang para milisi tersebut dan mengeliminasi mereka guna menghilangkan ancaman," sebut pernyataan resmi militer Israel pada Sabtu (1/8).

Militer Israel menegaskan pasukannya "akan terus beroperasi untuk menumpas segala bentuk ancaman terhadap para prajuritnya dan tidak akan membiarkan organisasi Hizbullah membahayakan warga sipil Israel."

Sebelumnya, pihak militer mengonfirmasi seorang prajurit Israel mengalami luka moderat dan telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Saat dikonfirmasi oleh wartawan AFP di Beirut, pihak Hizbullah menolak memberikan komentar. Kelompok bersenjata yang disokong Iran tersebut tercatat belum pernah mengklaim serangan baru sejak 20 Juni lalu.

Sebuah kerangka kesepakatan yang dimediasi Amerika Serikat dan ditandatangani oleh Lebanon serta Israel pada akhir Juni bertujuan untuk menghentikan permusuhan. Kesepakatan tersebut mengamanatkan tentara Lebanon untuk melucuti senjata Hizbullah dan menuntut militer Israel menarik diri dari "zona percontohan" di dalam wilayah Lebanon, yang nantinya akan ditempati oleh pasukan pemerintah Lebanon.

Namun, Hizbullah berulang kali menolak kesepakatan tersebut dan enggan menyerahkan senjatanya. Di sisi lain, belum ada jadwal pasti mengenai penarikan penuh militer Israel.

Kesepakatan damai ini tercapai lebih dari tiga bulan setelah Hizbullah menyeret Lebanon ke dalam konflik Timur Tengah yang lebih luas melalui serangan roket ke Israel untuk mendukung Teheran pada 2 Maret, yang kemudian memicu serangan udara masif dan invasi darat oleh Israel.

Meski intensitas kekerasan menurun sejak penandatanganan kesepakatan awal antara AS-Iran pada Juni serta perjanjian Lebanon-Israel, pihak Lebanon melaporkan masih terjadinya serangan udara dan tembakan artileri berkala oleh Israel di wilayah selatan.

Pekan lalu, tentara Lebanon mengecam aktivitas militer Israel yang masih berlangsung karena dinilai menghalangi pengerahan penuh pasukan pemerintah di bawah kerangka kesepakatan tersebut.

Sejak perang antara Israel dan Hizbullah berkecamuk pada awal Maret, militer Israel melaporkan sebanyak 38 prajurit dan satu kontraktor sipil tewas di lapangan.

KEYWORD :

Lebanon Selatan Hizbullah Lebanon Lebanon Israel




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :