Militer Israel di Tepi Barat, Palestina (Foto: Reuters)
Ramallah, Jurnas.com - Ekspansi warga Israel di Tepi Barat terus berlanjut. Banyak keluarga Israel pindah ke sebuah permukiman baru di Kota Nablus, Tepi Barat yang diduduki pada Kamis (16/7).
"Pagi ini, keluarga-keluarga dari kelompok pendiri Ebal sedang memindahkan peralatan mereka dan pindah ke karavan di permukiman baru Ebal, yang didirikan di Samaria," kata Dewan Regional Samaria dikutip dari AFP.
Di luar Yerusalem timur, lebih dari 500.000 warga Israel tinggal di berbagai permukiman di Tepi Barat, yang telah diduduki Israel sejak 1967, di antara sekitar tiga juta warga Palestina. Padahal, semua permukiman Israel dianggap ilegal di bawah hukum internasional.
Dalam sebuah video yang dibagikan oleh dewan tersebut, belasan pemukim Israel terlihat membawa kotak-kotak pindahan dan furnitur ke dalam rumah-rumah mobil yang menjadi ciri khas permukiman baru.
Sebuah jalan yang baru diaspal dan dihiasi dengan bendera-bendera Israel di gunung tersebut dijejeri dengan sekitar 10 rumah mobil.
Gunung Ebal merupakan salah satu puncak tertinggi di Tepi Barat. Di lembah di bawahnya, para penduduk Kota Tua Nablus mengatakan bahwa mereka dapat melihat rumah-rumah permukiman tersebut.
"Warga Palestina dulunya sering pergi ke Gunung Ebal untuk berjalan-jalan dan menghirup udara segar, tetapi hari ini mereka telah memutus udara kami dengan mengepung Nablus dari segala sisi dengan berbagai permukiman dan serangan," kata Ghassan Daghlas, Gubernur Nablus.
Dia mengatakan bahwa sebuah kamp militer dan bagian dari sebuah permukiman di gunung lain di dekat Nablus, yakni Gunung Gerizim, telah membuat penduduk Palestina merasa terkepung.
Kepala Dewan Regional Samaria, Yossi Dagan, menyebut 600 keluarga diperkirakan akan tinggal di permukiman Ebal di masa depan. "Kami mendirikan di sini sebuah permukiman yang berkembang pesat yang akan menerangi seluruh wilayah, dan ini merupakan langkah besar dalam upaya memperluas kehadiran kami di seluruh area Samaria utara," ujar Dagan.
Sejak mulai menjabat, pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang merupakan salah satu pemerintahan paling sayap kanan dalam sejarah negara itu, telah menyetujui pendirian 102 permukiman di Tepi Barat, menurut pengawas anti-permukiman Israel, Peace Now.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Permukiman Israel Tepi Barat Benjamin Netanyahu



























