Jum'at, 10/07/2026 14:23 WIB

Intelijen Israel Lapor ke AS, Iran Berencana Bunuh Trump





Israel membagikan data intelijen kepada Amerika Serikat (AS) terkait sebuah rancangan spesifik dan baru dari Iran, yang menargetkan pembunuhan Donald Trump

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: Celal Gunes/AA/Anadolu)

Tel Aviv, Jurnas.com - Israel membagikan data intelijen kepada Amerika Serikat (AS) terkait sebuah rancangan spesifik dan baru dari Iran, yang menargetkan pembunuhan Presiden Donald Trump.

Kabar ini muncul di tengah kembali memanasnya aksi saling serang antara AS dan Iran yang memicu kekhawatiran akan pecahnya perang terbuka, serta setelah Trump secara mengejutkan memilih untuk menggunakan pesawat lamanya saat bertolak dari Turki usai menghadiri konferensi tingkat tinggi (KTT) NATO.

Selama ini, Washington sejatinya telah memantau adanya aliran informasi intelijen secara berkala mengenai kemungkinan ancaman yang mengincar nyawa Trump.

Tetapi, menurut laporan CNN, peringatan dari Israel tersebut adalah hal baru dan menyangkut rencana yang spesifik.

Senada dengan hal itu, The Wall Street Journal, yang juga mengutip narasumber anonim, menyebutkan bahwa data intelijen tersebut menjabarkan sebuah skenario baru.

Selama bertahun-tahun, Teheran terus menyuarakan sumpah untuk membalas dendam kepada Trump atas perintahnya yang menewaskan jenderal Iran, Qassem Soleimani, pada Januari 2020 lalu di masa jabatan pertamanya.

Saat AFP mencoba menghubungi Gedung Putih guna meminta konfirmasi mengenai laporan tersebut, seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya merujuk pada pernyataan Trump pada Rabu lalu.

"Mereka ingin melenyapkan pemimpin AS, saya. Saya ada di daftar manapun. Saya melihat pagi ini saya ada di setiap daftar mereka," ujar Trump di dalam pesawat Air Force One sepulang dari KTT NATO.

Trump memutuskan untuk menggunakan pesawat Air Force One lamanya saat meninggalkan Turki, lokasi di mana KTT tersebut dilangsungkan. Sementara itu, jet barunya yang merupakan pemberian dari Qatar diterbangkan lebih dulu menuju Inggris, tempat dia kemudian berganti armada untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Washington.

Pergantian armada dari jet baru pada perjalanan luar negeri perdananya ini memancing spekulasi bahwa langkah tersebut diambil akibat belum memadainya fitur keamanan pada pesawat terkait, khususnya mengingat insiden ini terjadi bertepatan dengan momen ketika AS baru saja melancarkan serangan udara terbaru terhadap Iran, negara yang secara geografis berbatasan langsung dengan Turki.

Pada Rabu malam, The New York Times melaporkan bahwa transisi pesawat itu dieksekusi atas permintaan langsung dari Dinas Rahasia AS (Secret Service) sebagai tindakan pencegahan keamanan.

KEYWORD :

Intelijen Israel Rencana Pembunuhan Trump Donald Trump




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :