Jum'at, 10/07/2026 01:27 WIB

Mengapa Hari Kemerdekaan Energi Sedunia Diperingati Setiap 10 Juli?





Tanggal 10 Juli setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Kemerdekaan Energi Sedunia (World Energy Independence Day).

Ilustrasi - tanggal 10 Juli setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Kemerdekaan Energi Sedunia (Foto: Perpustakaan Universitas Brawijaya)

Jakarta, Jurnas.com - Di tengah masifnya kampanye global mengenai transisi energi bersih dan krisis iklim, tanggal 10 Juli setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Kemerdekaan Energi Sedunia (World Energy Independence Day).

Peringatan ini terus mendapatkan sorotan dari berbagai media internasional dan aktivis lingkungan sebagai momentum krusial bagi masa depan bumi.

Alasan utama pemilihan tanggal 10 Juli tidak bisa dilepaskan dari sosok penemu, fisikawan, dan insinyur visioner dunia, Nikola Tesla.

Tanggal 10 Juli merupakan hari kelahiran Nikola Tesla, yang lahir pada tahun 1856 di Smiljan (sekarang bagian dari Kroasia).

Tesla diakui dunia berkat kontribusi revolusionernya dalam mendesain sistem listrik arus bolak-balik (AC/ Alternating Current) yang menjadi fondasi utama pasokan listrik global hingga hari ini.

Lebih dari sekadar generator dan arus listrik, semasa hidupnya Tesla sangat terobsesi untuk menciptakan energi yang bisa diakses secara bebas, nirkabel, dan memanfaatkan kekuatan alam.

Pemikirannya yang melampaui zaman dinilai sangat selaras dengan konsep "Kemerdekaan Energi" modern, di mana manusia diharapkan mampu menghasilkan energinya sendiri secara mandiri tanpa merusak planet.

Selama lebih dari seabad, peradaban manusia sangat bergantung pada minyak bumi, batu bara, dan gas alam. Ketergantungan ini tidak hanya membuat cadangan bumi kian menipis, tetapi juga menjadi pemicu utama pemanasan global.

Kemerdekaan energi berarti membebaskan diri dari ketergantungan tersebut dan beralih total ke sumber daya yang tidak akan pernah habis.

Dari sisi geopolitik dan ekonomi, kemerdekaan energi berarti kemampuan suatu negara untuk memproduksi kebutuhan energinya sendiri tanpa harus bergantung pada impor dari negara lain.

Ketika sebuah wilayah mampu mandiri secara energi (misalnya lewat pembangunan pembangkit listrik tenaga surya atau angin lokal), mereka menjadi lebih tangguh terhadap fluktuasi harga komoditas global maupun konflik politik luar negeri.

KEYWORD :

Hari Kemerdekaan Energi Sedunia 10 Juli Peringatan Dunia Bulan Juli




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :