Senin, 27/04/2026 19:45 WIB

SIPRI: Belanja Militer Global Melonjak 2,9 Persen selama 2025





Belanja militer global melonjak 2,9 persen sepanjang 2025, meskipun terjadi penurunan anggaran di Amerika Serikat menurut laporan terbaru SIPRI.

Sebuah rudal balistik antarbenua Minuteman III tanpa senjata diluncurkan dari Pangkalan Angkatan Udara Vandenberg. Handout via REUTERS

Stockholm, Jurnas.com - Belanja militer global melonjak 2,9 persen sepanjang 2025, meskipun terjadi penurunan anggaran di Amerika Serikat menurut laporan terbaru Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI).

Total belanja militer dunia pada 2025 menyentuh angka US$2,89 triliun. Angka ini menandai pertumbuhan selama 11 tahun berturut-turut, sekaligus menempatkan porsi belanja militer terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) global pada level 2,5 persen, tertinggi sejak 2009.

“Mengingat berbagai krisis yang terjadi saat ini, serta target belanja militer jangka panjang dari banyak negara, pertumbuhan ini kemungkinan besar akan berlanjut hingga 2026 dan seterusnya,” tulis SIPRI dalam laporannya dikutip dari Reuters pada Senin (27/4).

Tiga negara dengan pembelanja militer terbesar Amerika Serikat, China, dan Rusia, sehingga menyumbang total US$1,48 triliun atau sekitar 51 persen dari seluruh pengeluaran global.

Pengeluaran militer AS turun menjadi US$954 miliar pada 2025, angka yang dipicu oleh keputusan Presiden Donald Trump untuk menghentikan bantuan keuangan militer baru ke Ukraina. Sebagai perbandingan, dalam tiga tahun sebelumnya, total pendanaan militer AS untuk Ukraina mencapai US$127 miliar.

Kendati demikian, SIPRI memprediksi penurunan ini hanya bersifat sementara. Anggaran yang telah disetujui Kongres AS untuk 2026 diperkirakan akan kembali naik melampaui US$1 triliun, bahkan berpotensi menyentuh US$1,5 triliun pada 2027.

Kontributor utama kenaikan global tahun lalu adalah Eropa, yang mencatatkan kenaikan belanja sebesar 14 persen menjadi US$864 miliar. Belanja militer Rusia dan Ukraina terus tumbuh di tahun keempat perang mereka, sementara negara-negara anggota NATO di Eropa Tengah dan Barat mencatatkan pertumbuhan tahunan tertajam sejak berakhirnya Perang Dingin.

Di wilayah lain, belanja militer Israel justru turun 4,9 persen menjadi US$48,3 miliar seiring meredanya intensitas perang di Gaza pada 2025. Tren serupa terjadi di Iran, di mana pengeluaran militernya turun untuk tahun kedua berturut-turut sebesar 5,6 persen menjadi US$7,4 miliar sebelum pecahnya konflik terbaru tahun ini.

KEYWORD :

Belanja Militer Perang Global Stockholm International Peace Research Institute




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :