Kamis, 16/04/2026 15:16 WIB

Militer AS Kembali Serang Kapal di Pasifik Timur, Tiga Orang Tewas





Komando Selatan Amerika Serikat (US Southern Command) melaporkan telah melakukan serangan udara terhadap sebuah kapal di Pasifik Timur pada Rabu (15/4).

Kantor pusat Komando Selatan Amerika Serikat (Foto: Defense Media Network)

Washington, Jurnas.com - Komando Selatan Amerika Serikat (US Southern Command) melaporkan telah melakukan serangan udara terhadap sebuah kapal di Pasifik Timur pada Rabu (15/4).

Insiden ini menewaskan tiga orang dan menjadi rangkaian terbaru dari operasi militer pemerintahan Donald Trump yang memicu kecaman luas dari aktivis hak asasi manusia, sebagaimana dikutip dari Reuters pada Kamis (16/4).

Pihak militer AS mengeklaim bahwa kapal tersebut dioperasikan oleh kelompok yang dikenal dengan sebutan "Organisasi Teroris Terpilih", meskipun tidak merinci identitas organisasi yang dimaksud.

Dalam pernyataan resminya, militer AS memastikan tidak ada personel mereka yang terluka dan mendeskripsikan para korban tewas sebagai teroris narkotika laki-laki.

"Intelijen mengonfirmasi bahwa kapal tersebut sedang melintasi rute perdagangan narkoba yang telah dikenal di Pasifik Timur dan terlibat dalam operasi penyelundupan narkotika," tulis Komando Selatan AS melalui platform X.

Serangan ini terjadi hanya berselang satu hari setelah militer AS mengumumkan serangan serupa di kawasan yang sama yang menewaskan empat orang.

Sebelumnya, pada Senin lalu, operasi udara di wilayah tersebut juga merenggut dua nyawa. Sejak September, rangkaian serangan pemerintahan Trump terhadap kapal-kapal yang dituduh mengangkut narkoba telah menewaskan lebih dari 170 orang.

Meski pemerintah berdalih operasi ini bertujuan untuk memutus rantai narkotika, para ahli dan pembela hak asasi manusia secara global mempertanyakan legalitas serangan tersebut. Human Rights Watch menyatakan bahwa tindakan ini merupakan pembunuhan di luar hukum yang melanggar hukum.

Senada dengan hal tersebut, American Civil Liberties Union (ACLU) mengkritik keras narasi pemerintah. Lembaga tersebut menilai pernyataan pemerintahan Trump terhadap para target serangan hanyalah "klaim tidak berdasar yang menebar ketakutan".

KEYWORD :

Militer AS Operasi Narkoba Presiden Donald Trump




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :