Rabu, 15/04/2026 11:56 WIB

Integrasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Unggulkan Fleksibilitas





Dirjen Kiki memastikan bahwa pemerintah berkomitmen mengembangkan Pendidikan Vokasi dan Pelatihan (PVP) yang inklusif, adil, berkualitas tinggi, serta memiliki akses yang setara bagi kelompok rentan

Plt Direktur Mitras Dudi Kemdikbudristek, Uuf Brajawidagda (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) melalui Direktorat Mitras DUDI Ditjen Pendidikan Vokasi, akan menggelar SkillsIndonesia 2045 yang akan berlangsung di Jakarta pada 19 Juli 2024 mendatang.

Kegiatan yang melibatkan anak muda dan komunitas ini bertujuan memamerkan hasil kemitraan dan penyelarasan pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Juga, meningkatkan pengetahuan mengenai potensi wilayah dan keterampilan baru melalui serangkaian pertemuan interaktif.

"Ini adalah gerakan menuju masa depan yang lebih cerah bagi pemuda dan bangsa kita," kata Dirjen Pendidikan Vokasi, Kiki Yuliati, di Jakarta pada Selasa (9/7) kemarin.

"Dengan mendorong pembelajaran sepanjang hayat dan mengintegrasikan pendidikan formal dengan pelatihan yang fleksibel, kita memberdayakan generasi berikutnya untuk berkembang di pasar kerja yang terus berkembang," dia menambahkan.

Dirjen Kiki memastikan bahwa pemerintah berkomitmen mengembangkan Pendidikan Vokasi dan Pelatihan (PVP) yang inklusif, adil, berkualitas tinggi, serta memiliki akses yang setara bagi kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas dan komunitas yang terpinggirkan.

"Peningkatkan jumlah lulusan yang nantinya akan mendapatkan pekerjaan layak, menjadi pengusaha sukses, dan siap menghadapi tantangan pekerjaan masa depan," ujar Dirjen Kiki.

Plt Direktur Mitras DUDI, Uuf Brajawidagda, menyebut SkillIndonesia 2045 merupakan salah satu ikhtiyar untuk membangun calon tenaga kerja yang tangguh, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

"Pendekatan kami memastikan setiap warga negara memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi diri dan mendapatkan keterampilan yang relevan dengan perubahan dinamis dalam lanskap sosial, ekonomi, dan lingkungan kita," kata Uuf.

Diketahui, PVP mengintegrasikan pendidikan formal dan pelatihan nonformal melalui sistem multi-entry dan multi-exit yang lebih fleksibel. Sehingga, peserta didik dapat masuk dan keluar layanan pendidikan vokasi formal sesuai dengan kebutuhan.

PVP juga menekankan pengembangan karakter, berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, ketekunan, pemecahan masalah, dan adaptasi.

KEYWORD :

Integrasi PVP Ditjen Pendidikan Vokasi Kiki Yuliati Uuf Brajawidagda




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :