Gedung KPK
Jakarta - Hasil kajian lembaga antikorupsi tahun 2016, pengelolaan kelapa sawit masih banyak menimbulkan masalah, bahkan rawan korupsi. Sektor tersebut rawan korupsi itu tak lepas dari lemahnya mekanisme perizinan, pengawasan, dan pengendalian.
"Korupsi dalam proses perizinan perkebunan kelapa sawit sering melibatkan kepala daerah. Seperti yang sudah ditangani oleh KPK, yakni Bupati Buol Amran Batalipu dan Gubernur Riau Rusli Zainal," kata Febri Diansyah dalam keterangan resminya, Senin (24/4/2017).Berdasarkan kajian tahun 2016, kata Febri, pihaknya hingga saat ini menemukan belum ada desain tata kelola usaha perkebunan dan industri kelapa sawit yang terintegrasi dari hulu ke hilir.Kondisi ini, ungkap Febri, tak memenuhi prinsip keberlanjutan pembangunan."Sehingga, rawan terhadap persoalan tata kelola yang berpotensi adanya praktek tindak pidana korupsi," ujar dia.
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Perkebunan Sawit Korupsi Sawit KPK























