Kantor FIFA (Foto: Doknet)
Miami, Jurnas.com - Hakim federal pengadilan Amerika Serikat (AS), membatalkan dua hukuman dalam skandal korupsi FIFA, mengutip putusan Mahkamah Agung AS baru-baru ini.
Hernan Lopez, mantan pejabat eksekutif 21st Century Fox dan perusahaan pemasaran olahraga Argentina, Full Play, dinyatakan bersalah pada Maret lalu karena membayar suap kepada pejabat sepak bola Amerika Selatan dalam berbagai skema yang berkaitan dengan hak televisi dan pemasaran.
Kasus ini merupakan satu dari beberapa kasus yang muncul dari penyelidikan Departemen Kehakiman AS pada 2015 lalu, yang mengguncang badan sepak bola dunia FIFA dan konfederasi kontinental untuk Amerika Selatan dan Utara.
Investigasi yang dilakukan AS, termasuk penggerebekan terhadap pejabat FIFA di Zurich, berujung pada serangkaian penangkapan dan pengejaran serta dakwaan, hukuman dan pengakuan bersalah.
Lopez dan Full Play dinyatakan bersalah atas tuduhan konspirasi fraud dan konspirasi pencucian uang, dalam putusan yang dikeluarkan pada Maret lalu. Dia terancam hukuman hingga 40 tahun penjara dan denda jutaan dolar.
Namun, dikutip dari AFP pada Minggu (3/9), Hakim Distrik AS Pamela Chen, mengatakan bahwa putusan Mahkamah Agung pada Mei lalu berkonsekuensi hukuman atas pasal penipuan fraud tidak dapat dipertahankan.
Mahkamah Agung AS pada Mei lalu juga membatalkan hukuman penipuan fraud terhadap Joseph Percoco, mantan ajudan mantan Gubernur Kota New York Andrew Cuomo.
"Bukti di persidangan tidak cukup untuk mendukung hukuman terdakwa berdasarkan undang-undang tersebut," kata Chen dalam putusannya.
"Hukuman terdakwa atas pencucian uang, yang didasarkan pada dakwaan penipuan dan penipuan, juga tidak dapat dipertahankan. Oleh karena itu, pengadilan mengabulkan mosi terdakwa untuk membebaskan semua dakwaan," imbuh dia.
Sebelum putusan dijatuhkan, pengadilan mendengar bahwa penerima manfaat utama dari skema suap ini ialah enam orang paling berkuasa di sepak bola Amerika Selatan.
Termasuk mantan presiden CONMEBOL Nicolas Leoz yang meninggal pada 2019, mantan eksekutif sepak bola Argentina, Julio Grondona yang meninggal pada 2014, dan mantan ketua sepak bola Brasil Ricardo Teixeira.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Skandal Korupsi FIFA Pengadilan AS




























