Jum'at, 17/04/2026 14:49 WIB

Magnet Cagub DKI, NU Diminta Jaga Khittah





NU menjadi magnet perebutan para kandidat Cagub DKI Jakarta. Hal ini menyebabkan arus politisasi yang dapat mengancam khittah NU.

Nahdlatul Ulama

Jakarta - Nahdlatul Ulama (NU) menjadi magnet perebutan para kandidat Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta. Hal ini menyebabkan arus politisasi yang dapat mengancam khittah NU.

Untuk itu, Intelektual muda NU Zuhairi Misrawi mengatakan, sejatinya NU tidak diseret-seret ke dalam tarikan dan kubangan kepentingan politik praktis.

"Biarkan warga NU menentukan pilihan sesuai hati nuraninya, karena sebenarnya warga NU sudah mempunyai pilihan yang cocok bagi mereka untuk kemaslahatan DKI Jakarta," kata Zuhairi, melalui rilis yang diterima Jurnas.com, Senin (6/2).

Menurutnya, PWNU DKI seharusnya menindak beberapa pihak yang mengklaim NU telah mendukung pasangan Agus-Silvy di Pilkada DKI. "Hal ini sangat disayangkan karena PWNU tidak mengambil langkah-langkah tegas terhadap implementasi khittah NU 1926," tegasnya.

Kata Zuhairi, PWNU DKI semestinya menjadi penjaga khittah NU agar tidak terbawa arus kepentingan politik salah satu kandidat. Ketika PWNU hanya menerima pasangan Agus-Sylvi di kantor PWNU DKI, dapat ditafsirkan bahwa PWNU DKI telah berpihak terhadap salah satu calon.

"Idealnya, PWNU DKI memanggil semua calon sembari mengingatkan agar seluruh calon berkompetisi secara sehat serta membawa kemaslahatan bagi seluruh warga DKI," tegasnya.

KEYWORD :

Pilkada DKI Jakarta PBNU PWNU DKI




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :