Nahdlatul Ulama
Jakarta - Nahdlatul Ulama (NU) menjadi magnet perebutan para kandidat Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta. Hal ini menyebabkan arus politisasi yang dapat mengancam khittah NU.
Untuk itu, Intelektual muda NU Zuhairi Misrawi mengatakan, sejatinya NU tidak diseret-seret ke dalam tarikan dan kubangan kepentingan politik praktis."Biarkan warga NU menentukan pilihan sesuai hati nuraninya, karena sebenarnya warga NU sudah mempunyai pilihan yang cocok bagi mereka untuk kemaslahatan DKI Jakarta," kata Zuhairi, melalui rilis yang diterima Jurnas.com, Senin (6/2).Menurutnya, PWNU DKI seharusnya menindak beberapa pihak yang mengklaim NU telah mendukung pasangan Agus-Silvy di Pilkada DKI. "Hal ini sangat disayangkan karena PWNU tidak mengambil langkah-langkah tegas terhadap implementasi khittah NU 1926," tegasnya.
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Pilkada DKI Jakarta PBNU PWNU DKI




























