Rabu, 15/04/2026 17:10 WIB

Kementan Lengkapi Kemampuan Penyuluh dengan Pengetahuan IT





Kementan Lengkapi Kemampuan Penyuluh dengan Pengetahuan IT

Pusat Penyuluhan Pertanian mengadakan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas BPP dan Pengembangan Media Penyuluhan Tercetak di lokasi IPDMIP. Kegiatan dilaksanakan 14 Juli - 16 Juli 2022 di Hotel Santika, BSD City, Tangerang.

JAKARTA, Jurnas.com - Untuk menciptakan sumberdaya  manusia (SDM) yang profesional, mandiri dan berdaya saing di era revolusi industri 4.0, diperlukan penguatan kapasitas SDM dalam penguasaan Informasi dan Teknologi. 

Penyuluh di era pertanian 4.0 atau era digitalisasi pertanian harus mempunyai kemampuan di bidang teknologi informasi. Penguasaan IT oleh para penyuluh pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, seluruh insan pertanian harus melek teknologi. "Segala sektor telah menggunakan teknologi. Begitu juga dengan pertanian. Oleh karena itu, kita harus siapkan semua sumber daya manusia agar melek teknologi," ujar Mentan SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menegaskan hal serupa. Menurutnya, diperlukan SDM yang handal di bidang pertanian.

"BPPSDMP sudah menyiapkan dan mengantisipasi hal tersebut. Di antaranya dengan memperkuat BPP serta melengkapinya dengan internet dan komputer," ujarnya.

Menindaklanjuti hal tersebut Pusat Penyuluhan Pertanian mengadakan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas BPP dan Pengembangan Media Penyuluhan Tercetak di lokasi IPDMIP. Kegiatan dilaksanakan 14 Juli - 16 Juli 2022 di Hotel Santika, BSD City, Tangerang.

Pada arahannya Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Kapusluh), Bustanul Arifin Caya, mengatakan bahwa sangat penting dilaksanakannya kegiatan ini, khususnya mengingat peran penyuluh pertanian dalam pemberdayaan dan pemanfaatan teknologi informasi digital untuk meningkatkan produksi dan produktivitas di lokasi IPDMIP

Penyuluh pertanian diharapkan dapat menjadi fasilitator, formulator, inovator dan juga konsultasi agribisnis,” ujar Bustanul Arifin Caya.

Lebih lanjut Kapusluh mengatakan bahwa penyuluh pertanian harus hafal lima fungsi kostratani dan harus dapat menerapkan, dan berpikir bagaimana menjadikan BPP kita yang telah diberikan aset pemerintah dapat berfungsi dengan baik.

Hadir pada pembukaan kegiatan Koordinator Bidang Penyelenggaraan, Penyuluhan Ramadani Saputra dan Koordinator Kelembagaan dan Ketenagaan, Joko Samiyono, yang  melaporkan bahwa kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Balai Penyuluhan Pertanian bertujuan untuk  meningkatkan kompetensi penyuluh/koordinator penyuluh dalam mengelola dan mengoptimalkan peran BPP. 

Juga untuk mengimplementasikan 5 peran Kostratani sebagai pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis dan pusat jejaring kemitraan; serta memperkuat peran pelaksanaan penyuluhan pertanian oleh BPP.

Sedangkan kegiatan Pertemuan Pengembangan Media Penyuluhan Tercetak bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penyuluh pertanian dalam mengolah, menyusun dan mengemas materi penyuluhan pertanian dengan kreatifitas dan inovatif dalam bentuk media penyuluhan tercetak sehingga lebih menarik dan mudah dipahami oleh petani maupun masyarakat pada umumnya. 

Dan memotivasi Penyuluh Pertanian dalam pembuatan media penyuluhan tercetak.

Sebagai informasi peserta yang hadir pada kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Balai Penyuluhan Pertanian berjumlah 30 orang yang terdiri dari Penyuluh Pertanian/Koordinator BPP di Lokasi IPDMIP dari wilayah Jawa dan Kalimantan Selatan. 

Sedangkan peserta pada kegiatan Pertemuan Pengembangan Media Penyuluhan Tercetak berjumlah 30 orang yang terdiri dari penyuluh pertanian di lokasi IPDMIP dari wilayah Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Kalimantan Selatan. Sehingga target pesarta yang diharapkan hadir sejumlah 60 orang.

Diharapkan dengan peningkatan kapasitas penyuluh ini, membuat para penyuluh lebih percaya diri dalam melakukan pendampingan kepada petani, pelaku utama dan pelaku usaha, khususnya di lokasi IPDMIP

KEYWORD :

Kementerian Pertanian Penyuluh Dedi Nursyamsi IPDMIP Bustanul Arifin Caya




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :