Minggu, 19/04/2026 18:13 WIB

Bikin Gaduh, DPR Minta Penggunaan MyPertamina Dihentikan





Masyarakat menganggap bahwa setiap pembelian BBM bersubsidi, harus mendaftar dan menggunakan aplikasi tersebut. Padahal maksudnya tidak seperti itu.

Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKS, Mulyanto. (Foto: Azka/Man)

Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto meminta Pertamina menghentikan uji coba kewajiban pendaftaran kendaraan bermotor pengguna BBM bersubsidi dengan menggunakan aplikasi MyPertamina.

Langkah korporasi tersebut dinilainya belum tepat waktu, ribet dan bikin heboh di masyarakat. Salah satu penyebabnya adalah karena sosialisasinya yang kurang tepat.

Masyarakat, lanjut Mulyanto, menganggap bahwa setiap pembelian BBM bersubsidi, harus mendaftar dan menggunakan aplikasi tersebut. Padahal maksudnya tidak seperti itu.

"Harusnya Pertamina cukup dengan menggunakan diksi sederhana seperti pendataan kendaraan bermotor.  Bukan dengan kalimat yang serum-seram seperti pendaftaran kendaraan bermotor bagi pengguna BBM bersubsidi,” kata dia dalam keterangan resmi keypads Jurnas.com, Jumat (8/7).

Faktanya, lanjut Mulyanto, Pertamina tidak sedang melakukan pendaftaran untuk kemudian “menseleksi”, mana kendaraan bermotor yang boleh menggunakan BBM bersubsidi dan mana yang tidak boleh.

Dengan uji coba ini, katanya lagi, sebenarnya Pertamina hanya melakukan “pendataan” kendaraan bermotor untuk kemudian diberi QR code.  Kelak QR code tersebut akan digunakan sebagai input data dalam pembatasan BBM bersubsidi.

"Jadi Pertamina sekedar melaksanakan pendataan kendaraan bermotor. Bukan tengah melakukan seleksi mana kendaraan bermotor yang berhak mendapat BBM bersubsidi dan mana yang tidak berhak.  Sebab, kriteria kendaraan yang berhak menerima BBM bersubsidi tersebut belum ditetapkan oleh pemerintah. Masih sedang digodok," terang Wakil Ketua FPKS DPR RI ini.

“Ini sekedar langkah persiapan untuk mempercepat implementasi program pembatasan BBM bersubsidi bila kelak diputuskan Pemerintah,” sambungnya.

Oleh karena itu, aksi korporasi ini lebih bersifat sukarela (voluntary) ketimbang kewajiban (mandatory) bagi pengguna BBM bersubsidi. Jadi menurut Mulyanto, kata pendaftaran dan pengguna BBM bersubsidi ini akanmemunculkan kegaduhan dan histeria publik. Terlebih, bagi mereka yang tidak memiliki akses ke aplikasi MyPertamina.

“Jadi sudahlah, Pertamina tidak usah bikin gaduh. Pertamina perlu membangun komunikasi publik yang lebih baik dengan kalimat-kalimat yang sederhana, mudah dimengerti dan adem bagi publik. Dari pada ribet, lebih baik pendataan aplikasi MyPertamina ini dibatalkan saja, tunggu sampai revisi Perpres No. 91/2014 terbit,” demikian kata Mulyanto.

 

KEYWORD :

Warta DPR Mulyanto Komisi VII PKS MyPertamina BBM bersubsidi




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :