Rabu, 15/04/2026 16:40 WIB

Iran di antara 6 Negara Teratas dalam Produksi Vaksin





Iran sejauh ini telah mengizinkan penggunaan beberapa vaksin COVID-19 buatan sendiri, termasuk Barekat, Fakhra, dan Pasteur.

Bendera Iran melambai di depan markas Badan Energi Atom Internasional (IAEA) di Wina, Austria pada 23 Mei 2021. (Foto: Reuters/Leonhard Foeger)

TEHERAN, Jurnas.com – Anggota parlemen Iran menyoroti kemajuan negara di bidang kesehatan dan medis dan mengatakan Iran termasuk di antara enam negara teratas di dunia dalam hal produksi vaksin.

Kepala Komisi Kesehatan Parlemen Iran, Hossein Ali Shahriari mengatakan kepada Tasnim, Iran telah membuat kemajuan luar biasa di bidang kesehatan dan medis selama beberapa dekade terakhir.

Ia mngatakan, sebelum kemenangan Revolusi Islam 1979, Iran menghadapi kekurangan dokter, perawat dan peralatan medis dan harus bergantung pada staf medis asing dari negara-negara seperti India, Pakistan, dan Bangladesh.

"Namun, hari ini, 8.000 hingga 10.000 dokter, dokter gigi, dan apoteker lulus dari universitas di negara itu setiap tahun," kata Shahriari.

Ia menambahkan, sementara banyak pasien harus pergi ke luar negeri untuk perawatan dan operasi saat itu, saat ini rumah sakit Iran menerima pasien yang datang dari negara lain untuk perawatan.

Shahriari juga mengatakan bahwa Iran termasuk di antara enam negara teratas dalam produksi vaksin dan ini terutama disorot dengan produksi massal vaksin virus corona yang ditanam di dalam negeri.

Negeri Para Mullah sejauh ini telah mengizinkan penggunaan beberapa vaksin COVID-19 buatan sendiri, termasuk Barekat, Fakhra, dan Pasteur.

KEYWORD :

Iran vaksin covid-19




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :