Jum'at, 10/05/2024 12:10 WIB

Kemdikbudristek Libatkan Swasta Genjot Talenta Digital

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim mengatakan bahwa transformasi digital merupakan sebuah batu pijakan ke masa depan untuk membangun Indonesia yang maju dan unggul.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim (Foto: Muti/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek), mendukung Huawei dalam menyelenggarakan Huawei Information Communication Technology (ICT) Competition 2021, yang bertujuan untuk menggali potensi mahasiswa agar menjadi generasi yang bijak dan cerdas dalam memanfaatkan teknologi.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim mengatakan bahwa transformasi digital merupakan sebuah batu pijakan ke masa depan untuk membangun Indonesia yang maju dan unggul.

"Transformasi digital diharapkan dapat membangun masa depan yang lebih baik sehingga dapat melahirkan generasi yang cerdas dan bijak dalam memanfaatkan teknologi. Salah satu cerminan generasi itu adalah peserta Huawei ICT Competition 2021 yang telah membuktikan kemampuan dan talentanya masing-masing,” ungkap Menteri Nadiem, dalam keterangannya pada Jumat (5/11).

Menteri Nadiem berharap, peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini tetap semangat untuk mengembangkan potensi dan kemampuan dengan minat dan ketertarikannya masing-masing.

"Teruslah belajar dan berkarya, jadilah generasi yang membawa Indonesia menjadi pemenang di masa depan dan mari kita terus bergerak serentak mewujudkan Merdeka Belajar," tutur dia.

Pelaksana tugas (Plt.) Dirjen Diktiristek, Nizam, menyampaikan bahwa ICT Competition 2021 merupakan bagian dari Program Pengembangan 100.000 Talenta Digital oleh Huawei Indonesia dalam waktu lima tahun ke depan.

"Kompetisi ini penting untuk mengakselerasi tumbuhnya ekosistem industri TIK yang berisi talenta-talenta digital dan teknologi terkini," ungkap Nizam.

"Tentu saya berharap peserta kompetisi ini akan semakin banyak dan semakin terbuka untuk seluruh mahasiswa di Indonesia karena tentu kita memiliki lebih dari delapan juta mahasiswa dan hanya 1.000 mahasiswa tentunya terlalu kecil, karena talenta digital di Indonesia patut untuk kita akselerasi karena kebutuhan akan teknologi informasi saat ini akan sangat besar," tambah Nizam.

Pada kesempatan ini, Nizam juga mengakui, akselerasi pertumbuhan dan penyiapan talenta digital di tanah air melalui program-program microcredential akan terus dilakukan lewat Kampus Merdeka.

Pasalnya, program ini terbukti sudah berhasil menghasilkan puluhan ribu mahasiswa yang tersertifikasi mulai dari bidang keamanan server, jaringan, hingga kecerdasan buatan.

Selain itu, Ditjen Diktiristek juga memberikan dukungan penuh dengan memberikan pelatihan-pelatihan untuk dosen yang telah dilakukan dan diapresiasi oleh Huawei.

Dari kejuaraan ini, Nizam pun berharap tim dari Indonesia semakin banyak yang akan mengikuti perlombaan serta memenangkan pertandingan di tingkat internasional.

"Semoga masa depan talenta Indonesia akan makin cerah, terutama talenta di bidang teknologi, sekaligus pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di tanah air makin maju," harap Nizam.

ICT Competition bekerja sama dengan pemerintah, lembaga pendidikan tinggi, lembaga pelatihan, dan dunia industri untuk mempromosikan budaya dan profesional anak muda dari berbagai perguruan tinggi Indonesia untuk membantu membangun perkembangan ekosistem talenta TIK. Kompetisi tersebut tahun ini diikuti oleh 53 tim dari 24 perguruan tinggi.

KEYWORD :

Talenta Digital Kemdikbudristek Nadiem Anwar Makarim Mendikbudristek Peran Swasta




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :