Minggu, 05/07/2020 23:08 WIB

Uber Terima 3.000 Laporan Kekerasan Seksual di AS

Perusahaan taksi daring, Uber menyebut terdapat lebih dari 3.000 laporan tentang kekerasan seksual, termasuk pemerkosaan di Amerika Serikat (AS) pada 2018.

Uber (Foto: AFP)

New York, Jurnas.com - Perusahaan taksi daring, Uber menyebut terdapat lebih dari 3.000 laporan tentang kekerasan seksual, termasuk pemerkosaan di Amerika Serikat (AS) pada 2018.

Dikutip dari Reuters pada Jumat (6/12), Uber mengklaim data 2018 mewakili penurunan 16 persen dalam tingkat insiden dari tahun sebelumnya, di lima kategori paling serius dari serangan seksual yang dilaporkan.

Perusahaan juga mengatakan bahwa laporan serangan terhadap penumpang mengabaikan risiko pengemudi. Pengemudi dalam hal ini menyumbang sekitar setengah dari pihak yang dituduh dalam kasus kekerasan seksual.

Kekerasan seksual dan ancaman lainnya telah menjadi perhatian luas bagi industri layanan perjalanan, yang tumbuh cepat di seluruh dunia.

Laporan itu muncul ketika Uber berada di bawah tekanan dari regulator di banyak kota, termasuk London yang baru-baru ini membatalkan izin perusahaan untuk mengangkut penumpang karena "pola kegagalan" pada keselamatan dan keamanan.

Uber mengatakan laporan setebal 84 halaman itu menunjukkan komitmennya pada transparansi dengan tujuan mendorong "akuntabilitas dan meningkatkan keselamatan bagi Uber dan seluruh industri."

Uber menyebut 99,9 persen dari semua total 2,3 miliar perjalanannya di AS pada 2017 dan 2018 berakhir tanpa insiden keselamatan.

Uber beroperasi di sekitar 70 negara dan mengatakan akan menggunakan apa yang telah dipelajarinya dalam menghasilkan laporan AS untuk "langkah selanjutnya" di tempat lain, meskipun tidak berkomitmen untuk membuat laporan baru.

Kepala eksekutif Dara Khosrowshahi dalam cuitannya di Twitter menegaskan bahwa perusahaan akan lebih baik karena menerbitkan data.

"Saya curiga banyak orang akan terkejut melihat betapa jarangnya insiden-insiden ini. Yang lain akan berpikir bahwa mereka masih terlalu umum. Beberapa orang akan menghargai seberapa banyak yang telah kita lakukan dalam keselamatan, yang lain akan mengatakan kita memiliki lebih banyak pekerjaan untuk dilakukan. semua akan benar," tulis Khosrowshahi.

TAGS : Uber Kekerasan Seksual




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :