Senin, 23/09/2019 08:22 WIB

Kepolisian Malaysia Panggil Zakir Naik terkait Ujaran Kebencian

Kasus Naik sedang diselidiki atas ujaran penghinaan yang disengaja dengan maksud untuk memprovokasi pemecahan perdamaian.

Zakir Naik. (Foto: Rajanish Kakade/AP)

Kuala Lumpur, Jurnas.com - Pemerintah Malaysia mengumumkan akan memanggil tokoh agama Islam asal India Zakir Naik, atas pernyataan kontroversialnya terkati etnis minoritas di negara itu.

Pemangggilan itu terjadi di tengah kabar yang menghembus bahwa Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad dan kabinetnya sedang mempertimbangkan untuk mendeportasi Naik dari Negeri Jiran.

Menteri Dalam Negeri Malaysia, Muhyiddin Yassin mengatakan, polisi akan memanggil dan mengajukan pertanyaan kepada Naik terkait pernyataannya tentang warga Malaysia dari latar belakang China dan Hindu.

Muhyiddin membuat pernyataan itu saat Singapore Straits Times melaporkan, anggota kabinet Mahathir sepakat bahwa Naik harus meninggalkan negara itu.

Polisi juga mengkonfirmasi, aparat menerima setidaknya 115 pengaduan terkait Naik. Tidak disebutkan kapan Naik akan dipanggil untuk menjawab berbagai keluhan tersebut.

Direktur Divisi Investigasi Kriminal Malaysia, Datuk Huzir, mengatakan, kasus Naik sedang diselidiki atas dugaan penghinaan yang disengaja dengan maksud memprovokasi pemecahan perdamaian.

Menurut laporan, polisi juga telah memperingatkan Naik untuk tidak memberikan keterangan pers selama tiga hari ke depan yang dimulai pada Jumat (16/8).

Sementara itu, Muhyiddin mengatakan lembaga penegak hukum tidak akan ragu memutuskan tindakan hukum terhadap siapa pun yang mengancam kerukunan dan ketertiban umum negara.

"Saya ingin menarik perhatian pada kecenderungan berbagai pihak yang menyebarkan berita palsu dan membuat pernyataan rasis tanpa mempertimbangkan kepekaan orang-orang di negara multiras ini," katanya.

"Investigasi sedang berlangsung," kata Muhyiddin, menambahkan bahwa beberapa orang lain juga sedang diperiksa dan beberapa saat ini sedang dipantau.

Naik, warga negara India, diberikan izin tinggal permanen di Malaysia oleh pemerintah sebelumnya. Ia terpaksa meninggalkan India pada 2016. Ia mengku mengalami pelecehan dan penganiayaan agama di bawah pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi.

TAGS : Zakir Naik Malaysia Mahathir Mohamad Ujaran Kebencian




TERPOPULER :