Selasa, 21/05/2024 02:17 WIB

Prof Sudarnoto Luncurkan Buku Perjalanan Politik Malaysia

Prof Sudarnoto Luncurkan Buku Perjalanan Politik Malaysia

Badan Pembina Harian Uhamka, Assoc. Prof. Sudarnoto Abdul Hakim (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA (Uhamka), Assoc. Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, meluncurkan buku berjudul `Malaysia Jalan Terjal Menuju Bangsa Demokratis`, di Kampus FKIP Uhamka, Jakarta pada Rabu (24/5) kemarin.

Kegiatan yang dipadukan dengan seminar internasional Indonesia-Malaysia Outlook bertajuk `The Role of Indonesia and Malaysia for the Peace of Southeast Asia and the World Civilization` ini Rektor Uhamka, Gunawan Suryoputro, Anisia Kumala (Wakil Rektor I), Desvian Bandarsyah (Wakil Rektor II), Nani Solihati (Wakil Rektor III) dan Muhammad Dwifajri (Wakil Rektor IV).

Selain itu, hadir juga Ketua PP Muhammadiyah Syafiq Mughni, sejumlah diplomat, tokoh, akademisi dan komunitas mahasiswa internasional, dengan sederet narasumber asal Indonesia dan Malaysia.

Rektor Uhamka, Prof Gunawan Suryoputro Rektor Uhamka menyebut pendidikan berperan penting dalam mewujudkan perdamaian di tingkat Asia Tenggara hingga dunia. Menurut dia, upaya-upaya perdamaian tersebut akan efektif dengan adanya media pendidikan yang dapat diimplementasikan kepada masyarakat sejak dini.

"Dengan adanya seminar internasional antara Malaysia dan Indonesia ini akan mewujudkan lebih banyak upaya perdamaian untuk bisa dikembangkan," terang Gunawan.

Dia melanjutkan, perdamaian dapat diwujudkan dengan adanya kesatuan antara ide dan gagasan serta terobosan yang membangun untuk masa depan.

"Pendidikan tentunya memiliki posisi yang penting untuk mewujudkan hal tersebut. Setiap upaya perdamaian akan lebih berpengaruh melalui media pendidikan yang lebih terstruktur," ujar dia.

Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah Prof Syafiq Mughni memandang saat ini dunia masih menghadapi tantangan seputar perdamaian, mulai dari perebutan kekuasaan, monopoli, ekstremisme, hingga Islamofobia.

Menurut dia, Muhammadiyah sebagai organisasi Islam menjadikan Islam sebagai filosofi dan cita-cita masa depan yang dirumuskan ke dalam Islam berkemajuan.

"Tantangan kenegaraan pun menjadi tugas umat Islam untuk memecahkan masalah ini bersama-sama. Umat Islam harus mampu menghadapi pemahaman yang salah tentang agama, serta mengimplementasikan Islam yang Rahmatan Lil ‘Alamin," tutur dia.

Dan seminar internasional ini, lanjut Syafiq, merupakan ruang untuk membahas permasalahan-permasalahan dunia saat ini, mulai dari ekstremisme hingga Islamofobia.

"Umat Islam memiliki peran penting untuk meluruskan dan mengimplementasikan Islam yang rahmat bagi seluruh alam dengan tidak menyalahgunakannya untuk kepentingan pribadi. Hal ini pun menjadi pandangan utama kami pada Muktamar Muhammadiyah Ke-48 untuk membangun Islam Berkemajuan," imbuh Syafiq.

Hal senada disampaikan Assoc. Prof. Sudarnoto Abdul Hakim. Dia menyatakan bahwa seminar Internasional Indonesia-Malaysia Outlook ini dapat membangun situasi Asia Tenggara yang kondusif untuk membangun ekonomi dan peradaban yang kokoh.

Dia menambahkan, keamanan dan perdamaian menjadi penting beriringan dengan stabilitas ekonomi serta politik. Ini sebagai syarat terwujudnya demokrasi.

"Kedua negara Indonesia dan Malaysia harus tampil sebagai negara dan bangsa yang kuat secara ekonomi dan politik. Selain itu, peran diplomatik dua negara melalui Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) sangat penting untuk membangun dunia aman tanpa peperangan, genosida dan menyelesaikan krisis kemanusian," tegas Sudarnoto.

Karena itu, dia menilai harus dibangun aliansi global, dengan Indonesia dan Malaysia secara maksimal memainkan peran strategis.

KEYWORD :

Sudarnoto Abdul Hakim Peluncuran Buku Malaysia Indonesia Uhamka




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :