Rabu, 11/12/2019 06:40 WIB

Polisi Jelaskan Modus Jamaah Islamiah Pengaruhi Masyarakat

Tangkap amir atau pimpinan Jamaah Islamiah, Polisi jelaskan jaringan tersebut telah tersebar ke beberapa pulau di Indonesia.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (Foto : Jurnas/Doknet)

Jakarta, Jurnas.com- Setelah menangkap seorang pria bernama Para Widjayanto yang diduga sebagai pimpinan dari jaringan Jamaah Islamian (JI), polisi terus melakukan pengembangan dan pemeriksaan secara intensif. Dari hasil pemeriksaan, polisi mengatakan kalua Pawa Widjayanto sebagai amir atau pimpinan JI. Ia ditangkap di akhir bulan Juni lalu bersama istrinya saat berada di Hotel Adaya, Jalan Kranggan, Jati Sampurna, Bekasi, Jawa Barat.

Disampaikan Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Widjayanto bersama organisasinya tersebut memiliki pengaruh kuat, khususnya di wilayah Jawa Barat. Pengaruh pimpinan tersebut sangat besar kepada masayarakat di provinsi tersebut.

"Dari analisis dan data yang kami dapatkan, sementara ini memang paling kuat pengaruhnya di Jawa Barat. Sangat besar dan signifikan pengaruh jaringan ini,” terang Dedi Prasetyo kepada awak media di kantornya, Selasa (16/7).

Paham JI berusaha untuk terus menyebarkan pengaruhnya ke wilayah lain. Jawa Tengah dan Jawa Timur telah tersebar luas dan terus dilakukan antisipasinya oleh kepolisian. Tidak hanya di Pulau Jawa saja, Pulau Sumatera ternyata juga menjadi target mereka dalam penyebarannya.

"Iya di beberapa wilayah telah tersebar jaringan ini. Pulau Jawa, Sumatera bahkan di Kalimantan juga. Tetapi tidak terlalu signifikan. Termasuk di Sulawesi juga serta Papua Barat yang menjadi penyebaran mereka,” papar Dedi Prasetyo.

Modus jaringan ini untuk masuk dan menyebarkan pahamnya adalah dengan ikut pengajian dan perlahan memberikan pengaruh sesuai ajarannya. Dan jaringan ini selalu mengklaim kalua ajaran merekalah yang paling benar kepada masyarakat.

TAGS : Dedi Prasetyo Jamaah Islamiah




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :