Kamis, 23/05/2019 18:21 WIB

Ekspor Komoditas Pertanian Sulsel Capai Rp852 Miliar

Diketahui nilai ekspor komuditas pertanian yang siap dikirim dari wilayah Sulawesi Selatan mencapai Rp.852.681.901.890. 

Menteri Amran usai melepas ekspor komuditas pertanian (foto: Alibas_Jurnas.com)

Makassar, Jurnas.com - Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebutkan, ekspor di sektor pertanian tiap tahun makin meningkat di beberapa wilayah tanah air, salah satunya di wilayah Sulawesi Selatan.

Menurutnya, dengan kerja keras yang dilakukan selama ini para petani yang bekerjasama dengan pemerintah mampu mendorong upaya Indonesia untuk menjadi negara pengekspor dunia, sehinga mampu memangkas impor. Ekspor komuditas pertanian di wilayah Sulawesi Selatan yang mencapai Rp.852.681.901.890 salah satu bukti keberhasilan tersebut.

"Kita ekspor sampai dengan hari ini di Sulawesi Selatan sudah sampai hari ini kurang lebih 800 miliar," kata Menteri Amran usai melepas puluhan truk pengangkut produk ekpor di Makassar, Rabu (13/03).

Amran menambahkan, jumlah ekspor terus mengalami peningkatan lantaran banyak terobosan-terobosan yang dilakukan, salah satunya dengan layanan direct call, yang memudahkan petani untuk langsung bisa mengekspor.

"2017 kita ekspor 33 juta ton, tapi di 2018 kita ekspor 42 juta ton, bayangkan naik bayangkan naik 10 juta ton dalam waktu 4 tahun lebih. Kita lakukan hari ini adalah ekspor dan ada yang menarik, dulu transit, prodak sulsel transit di Lampung kemudian Thailand ke India," tuturnya.

"Berkat kerja keras kita semua ini langsung dari Indonesia ke Hongkong, yang terjadi adalah kenaikan ratusan persen, ekspor manggis kita dan keuntungannya di dapatkan petani kita, dulu added value nya ada di negara tetangga, sekarang dinikmati para petani Indonesia, ini berkat kerja keras kita semua termasuk bea cukai," tambahnya.

Selain itu, lanjut Amran, Direct Call juga mampu memangkas pengeluaran para petani sehinga menambah keuntungan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Ini bisa menaikkan kesejahteraan jadi costnya bisa turun, bisa dibayangkan transit surabaya atau lampung langsung ke negara tetangga kemudian dari negara tetangga membuat packagingnya ke negara tujuan, sekarang mencoba direct Indonesia ke negara tujuan," lanjutnya.

Adapun ekpor yang dilepas meliputi pisang ke Malaysia, buah manggis ke China, buah markisa ke Singapura, Vanilli Kering ke Turki, sarang burung walet ke China, kacang mede ke Thailand, Amerika Serikat, Korea Selatan, Jerman, Australia, Kanada dan Malaysia.

Adapun kulit ari mede, minyak kulit mede ke Korea Selatan, kakao biji ke Malaysia, kakao pasta ke Malaysia, lada biji ke Vietnam dan Malaysia, ampas sawit ke China, cengkeh ke Malaysia, Cincau Hitam ke Thailand, Kacang Hijau ke China, dedak gandum dan gandum pellet ke China, Porang ke China dan rumput laut ke China, Korea Selatan, serta Vietnam.

TAGS : Ekspor Pertanian




TERPOPULER :