Senin, 19/11/2018 19:04 WIB

Begini Solusi Cak Imin Atasi Pelemahan Rupiah

Perekonomian Indonesia belakangan ini sedang mengalami kondisi yang cukup mengkhawatirkan. Dimana, sejak Desember 2017 dan Januari 2018, neraca perdagangan mengalami defisit.

Ketum PKB, Muhaimin Iskandar

Jakarta - Perekonomian Indonesia belakangan ini sedang mengalami kondisi yang cukup mengkhawatirkan. Dimana, sejak Desember 2017 dan Januari 2018, neraca perdagangan mengalami defisit.

Bahkan, tidak tanggung-tanggung defisit neraca perdagangan Januari 2018 naik dari 220 juta Dolar AS menjadi 677 juta Dolar AS. Selain itu, kenaikan harga minyak dunia juga menambah beban anggaran negara.

Menyikapi hal itu, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengatakan, dengan melemahnya kurs rupiah memang berpengaruh pada tambahan biaya produksi, khusus di sektor manufaktur yang komponen lokalnya minim.

"Namun di sisi lain, bagi pengusaha nasional yang mengekspor dengan bahan baku lokal, ini positif," kata Cak Imin, kepada wartawan, usai melayat almarhumah Aisyah Baidlowi, di Jombang, Jumat (9/3).

Untuk itu, kata Cak Imin, pemerintah secara serius harus mengurangi ketergantungan pada konsumsi minyak bumi. Karena fluktuasi harga pasti berpengaruh pada anggaran negara.

"Saya yakin ESDM dan Bappenas sudah menyusun alternatif-alternatif energi dan pembiayaannya. Tinggal dieksekusi secara bertahap namun konsisten," terangnya.

Menurutnya, defisit anggaran akibat migas memang masih menjadi tantangan. Dimana, jika harga minyak mentah bertahan di 65 hingga 70 dolar AS per barel, maka pemerintah akan mengalami defisit migas yang cukup besar.

"Kita jangan kelamaan terlena jika harga minyak dunia sedang rendah," kata mantan Menakertrans itu.

Sebab, kata Cak Imin, meski Indonesia memiliki stok sawit, karet, dan batubara, namun tidak bisa terus menerus diandalkan. Cak Imin menyarankan, agar pemerintah mendorong mendorong industri manufaktur dalam negeri agar tumbuh.

"Selain untuk lapangan kerja, juga untuk menciptakan nilai tambah dan kemandirian ekonomi bangsa. Kalau manufaktur kuat, kurs pun bisa lebih stabil," demikian Cak Imin.

TAGS : Nilai Tukar Rupiah Dolar Utang Luar Negeri




TERPOPULER :