Minggu, 21/06/2026 08:41 WIB

BMKG-DRRAA Thailand Kolaborasi Perkuat Kapasitas Saintifik Modifikasi Cuaca





delegasi DRRAA Thailand akan berkunjung ke Indonesia untuk melihat dan mendapatkan pengalaman langsung mengenai eksekusi Operasi Modifikasi Cuaca

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

Jakarta, Jurnas.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat kapasitas teknologi modifikasi cuaca nasional melalui kerja sama strategis dengan Thailand. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas mitigasi banjir, menghadapi cuaca ekstrem, sekaligus menjawab tantangan perubahan iklim global.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan studi teknis yang dipimpin Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, ke Department of Royal Rainmaking and Agricultural Aviation (DRRAA) Thailand pada 14–17 Juni 2026.

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara BMKG dan DRRAA Thailand dalam pengembangan teknologi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Dalam pertemuan tersebut, Tri Handoko Seto, membagikan pengalaman keberhasilan Indonesia dalam memanfaatkan teknologi OMC untuk pengurangan curah hujan (rain mitigation) sebagai langkah mitigasi banjir dan antisipasi cuaca ekstrem.

Sebaliknya, pihak DRRAA Thailand memaparkan pemanfaatan instrumen observasi atmosfer mutakhir yang mendukung analisis tingkat lanjut (advance analysis), sekaligus menjabarkan standar baku penggunaan bahan semai awan yang mereka terapkan.

“Dalam waktu dekat, delegasi DRRAA Thailand akan berkunjung ke Indonesia untuk melihat dan mendapatkan pengalaman langsung mengenai eksekusi Operasi Modifikasi Cuaca yang kami lakukan,” ujar Seto dalam siaran pers dikutip Minggu (21/6).

Lebih lanjut, BMKG bersama DRRAA—yang bertindak sebagai Permanent Secretariat AWMC—saat ini tengah menyusun rencana pelaksanaan Pelatihan dan Lokakarya Internasional (International Training/Workshop) di bidang modifikasi cuaca yang akan berlangsung di Indonesia.

Kedua lembaga juga membuka peluang riset kolaboratif (collaborative research) yang melibatkan negara-negara anggota AWMC untuk memperluas pemahaman teoritis serta memperkaya referensi praktis dalam mengendalikan potensi atmosfer.

Turut hadir dalam delegasi BMKG, Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca, Edison Kurniawan. Dalam diskusi bilateral tersebut, Edison menjelaskan peran BMKG sebagai pengampu aktivitas modifikasi di Indonesia.

Harapannya, dengan kerjasama bilateral ini dapat menghasilkan output untuk meningkatkan kualitas modifikasi cuaca di Indonesia secara standar dan prosedur pelaksanaannya.

Melalui kolaborasi internasional ini, BMKG berkomitmen terus meningkatkan penguasaan teknologi modifikasi cuaca nasional agar lebih adaptif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global serta meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi di tanah air.

KEYWORD :

Info BMKG DRRAA Thailand Modifikasi Cuaca




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :