Kamis, 23/11/2017 08:59 WIB

PDIP "Pede" Usung Paslon Sendiri di Pilkada Jabar

Dikatakan Hasto, politik adalah hal yang dinamis dan cair. Karena itu, ungkap Hasto, ‎segala kemungkinan memang masih terbuka lebar.

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto

Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) percaya diri  mengusung paslon ‎di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat (Jabar) 2018‎ tanpa melakukan koalisi dengan partai manapun. Partai yang dikomandoi Megawati Soekarnoputri ini `pede` lantaran‎ memiliki suara yang cukup untuk menjadi "pemain tunggal".

"Jabar kan kita bisa maju sendiri. Bagi PDIP tentu saja kita dengan kekuatan bisa mengajukan calon," ungkap Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, ‎di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Sabtu (11/11/2017).

Namun, lanjut Hasto, pihaknya berharap jika kombinasi paslon berasal dari internal dan eksternal. Baik dari internal PDIP maupun eksternal partai, klaim Hasto, ‎ ada sejumlah nama yang intens berkomunikasi dengan partainya.

Dari internal partai, Anggota DPR TB Hasanuddin, politikus PDIP Puti Guntur Soekarno. ‎Sedangkan dari eksternal partai, terdapat nama, Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mizwar, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, istri Gubernur Jawa Barat, Netty Heryawan, kemudian mantan Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan.

Namun, Hasto belum mau mengerucutkan sosok kandidat yang akan didampuk untuk berlaga dalam kontestasi. Dari nama-nama itu, klaim Hasto, mereka meminta kesempatan untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat alias `cek ombak`. ‎Dari `cek ombak` itu nantinya akan dilihat sejauh mana tokoh itu mendapatkan perhatian di masyarakat.

Hasto mengatakan, sosok yang akan dipilih adalah yang mampu membawa Kota Jabar menjadi lebih baik lagi.  Di antaranya, harus mampu membuat Jabar baik dalam tata ruang, merawat keindahan alamnya, mampu memanfaatkan hasil pangannya, transportasi publik dan kemajuan pariwisata. Terlebih, sambung Hasto, Jabar merupakan salah satu daerah yang terkenal dengan lumbung padi.

Kemudian, Jabar merupakan wilayah yang kental dengan warisan budayanya. "Masing-masing sekarang terus meminta kesempatan untuk waktu sosialisasi terlebih dahulu sambil PDIP mempersiapkan masa depan Jabar," ujar dia.

"Kami siapkan sebaik-baiknya. Kami berikan waktu untuk mereka bergerak ke bawah dan kami akan lihat," ditambahkan Hasto.

Kendati dapat mengusung paslon sendiri, PDIP tetap membuka komunikasi politik dengan parpol lain. Termasuk dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

‎Menurut Hasto, komunikasi politik perlu  dirajut antara sesama partai politik. Meskipun, memiliki pandangan dan sikap yang berbeda.
 
PPP dan PKB sendiri mendukung Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sebagai calon Gubernur Jabar. Partai Golkar belum lama ini juga mengeluarkan Surat Keputusan (SK) kepada Ridwan Kamil maju di Pilkada Jabar.

"Kami juga membuka ruang komunikasi dengan beberapa partai termasuk dengan PKB, PPP sekali pun meskipun mereka juga menyatakan mendukung Pak Ridwan Kamil," tutur Hasto.

Dikatakan Hasto, politik adalah hal yang dinamis dan cair. Karena itu, ungkap Hasto, ‎segala kemungkinan memang masih terbuka lebar. Pun termasuk kemungkinan PDIP berkoalisi dengan PKS Jabar yang hingga kini belum memutuskan sikap maupun kandidat.‎‎

"Ya dialog terus dilakukan dan kemudian meskipun PDIP bisa maju sendiri tapi proses dialog dan dinamika partai politik kan selalu ada," tandas Hasto. ‎

TAGS : Pilkada Jawa Barat PDIP Hasto Kristiyanto




TERPOPULER :