Sabtu, 21/10/2017 15:38 WIB

Internasional

Hingga Makan Rumput, Korut Tetap Kembangkan Nuklirnya

Menteri Luar Negeri Korea Utara megatakan pemerintah Pyongyang tidak akan menghentikan program nuklirnya dalam kondisi apapun

Kim Jong Un (Foto: Asia Coresspondent)

Jakarta - Menteri Luar Negeri Korea Utara megatakan pemerintah Pyongyang tidak akan menghentikan program nuklirnya dalam kondisi apapun, hingga Washington menghentikan tindakan bermusuhan terlebih dahulu.

"Persenjataan nuklir kita adalah pencegah yang menjamin perdamaian dan keamanan di wilayah ini dan hak bangsa Korea untuk eksis dan berkembang," kata diplomat utama Pyongyang, Ri Yong-ho

Sanksi yang diberlakukan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) merupakan produk permusuhan Washington terhadap Korea Utara. Ia mengatakan Ameriak Seriakt berusaha mengumpulkan lebih banyak negara untuk memperketat sanksi lebih lanjut.

"Amerika Serikat, akhir-akhir ini, sedang melakukan kebijakan sanksi terhadap kedua negara  DPRK dan Rusia, pada saat yang sama berusaha membuat Rusia bergabung dalam kampanye sanksi terhadap DPRK dengan tujuan memperluar perselisihan antara negara-negara kita," kata pejabat tersebut.

Rusia berulang kali memperingatkan, upaya menekan Korea Utara untuk menghentikan program rudal nuklirnya melalui sanksi hanya dapat menimbulkan konfrontasi lebih lanjut, terutama di tengah perang kata-kata Washington dan Pyongyang yang tidak pernah berakhir, saling mengancam dan saling ingin menghancurkan satu sama lain.

"Opsi militer dalam kondisi seperti itu tidak masuk akal. Ini jalan buntu. Hal ini dapat menyebabkan bencana planet global dan hilangnya nyawa manusia. Tidak ada cara lain menyelesaikan masalah nuklir Korea Utara, kecuali dialog damai, "kata Presiden Vladimir Putin pada September, hanya beberapa hari setelah Korea Utara melakukan uji coba nuklir keenam.

"Mereka akan makan rumput, tapi tidak akan menghentikan program mereka karean tidak merasa aman," kata Putin.

Korea Utara tampaknya memiliki sikap serupa, karena FM mereka menegaskan kembali posisinya di negara tersebut; bahwa satu-satunya syarat untuk perundingan antara Pyongyang dan Washington, Amerika Serikat harus meninggalkan kebijakan bermusuhan dan ancaman nuklir terhadap DPRK.

Namun, AS tampaknya tidak ingin bernegosiasi dengan Pyongyang. Sementara Sekretaris Negara Rex Tillerson menyatakan Washington menjalin hubunngan  dengan Korea Utara. Meski begitu Trump mengatakan kepala kebijakan luar negerinya hanya menyia-nyiakan waktunya untuk mencoba bernegosiasi dengan `Little Rocket Man`," mengacu pada pemimpin Korea Utara Kim.

TAGS : Korea Selatan Rudal Amerika Serikat Rusia




TERPOPULER :

TERKINI

Komdis PSSI Kenakan Sanksi Madura United

Madura United oleh PSSI dinilai telah melakukan pelanggar...

SBY Puji Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

Ketua Umum Partai Demokrat SBY menyampaikan ucapan selama...

Bosan Dikambing Hitamkan? Ikuti Tips Ini

Ini langkah-langkah buat kalian yang diperlakukan tidak a...

Kumpulkan Mainan, Wanita Ini Pecahkan Rekor Dunia

Harnes menambahkan koleksinya hampir 2.000 keping, tapi d...

Ketua DPR: Pesantren Merupakan Roh Bangsa Indonesia

Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) menghadiri Haul ke-28...

Pemahaman Pancasila Bendung Paham Radikal

Pemahaman radikal ini sangat berbahaya sebab paham terseb...

HNW: Komunis Radikalisme Paling Radikal

Sila-sila Pancasila bisa dijadikan alat untuk melaksanaka...

Bantahan Mantan PM Malaysia, "Saya Tak Hina Orang Bugis"

Pernyataan itu membuat Persatuan Perpaduan Rumpun Bugis M...

Wow, Pemakaman Raja Thailand Habiskan Dana Rp1,2 Triliun

Sebuah pemakaman yang mewah akan digelar oleh kerajaan un...

Kendaraan Freeport Ditembaki Orang Tak Dikenal

Penembakan terjadi terhadap kendaraan patroli Security an...

Amerika Akui Senjata Kimia Bukan Perbuatan Assad

AS telah mengakui bahwa serangan senjata kimia Sarin yang...