Menteri Luar Negeri China Wang Yi, mengatakan, bergabung dengan Rusia dan AS merundingkan kesepakatan itu bukanlah suatu keharusan.
Uni Eropa sepenuhnya mendukung perjanjian nuklir 2015 dengan Iran.
AS tidak memiliki kekuatan dan tidak akan pernah berani memulai perang militer dengan Iran.
Kehadiran militer Amerika Serikat (AS) di Teluk dulunya merupakan ancaman serius tetapi sekarang mewakili target dan peluang.
Pengadilan media pada Sabtu (11/5) membekukan Seda mingguan, kantor berita semi-resmi ISNA melaporkan, setelah majalah reformis menerbitkan masalah yang memuat artikel yang memperingatkan tentang kemungkinan perang dengan AS.
Demonstran di Teheran mengeluarkan pernyataan yang menyambut keputusan SNSC dan memperingatkan AS terhadap setiap provokasi lebih lanjut terhadap negara Negeri Para Mullah.
USS Arlington, yang mengangkut marinir, kendaraan amfibi dan pesawat terbang berputar, serta rudal Patriot, akan bergabung dengan kelompok kapal induk USS Abraham Lincoln, yang sudah melewati Terusan Suez Mesir, Kamis (9/5), dan saat ini berlayar di Laut Merah.
Tokyo secara konsisten mendukung JCPOA yang mencabut sanksi AS dan Eropa terhadap Iran dengan imbalan pembatasan pada program nuklir negara itu.
Pernyataan itu disampaikan sehari setelah Presiden AS Donald Trump mendesak dan mencam Iran untuk melakukan pertemuan karena pihaknya tidak bisa mengesampingkan konfrontasi militer.
Uni Eropa menolak ultimatum Iran, yaitu 60 hari untuk melindungi sektor minyak dan perbankannya dari sanksi Gedung Putih.