Zarif mengatakan berbicara dengan para pejabat China terkait hubungan bilateral dan berbagai masalah-masalah yang mengancam.
Menteri Luar Negeri Javad Zarif mengatakan Teheran tidak akan mengadakan pembicaraan dengan Washington tetapi sebaliknya akan bertindak dengan hati-hati menyusul penyebaran perangkat keras militer AS baru-baru ini ke wilayah Teluk.
Iran mengatakan penerapan kembali sanksi AS tidak dapat diterima.
Di bawah kesepakatan nuklir, Teheran diizinkan untuk memproduksi uranium yang diperkaya rendah dengan batas 300 kg, dan menghasilkan air berat dengan cadangan sekitar 130 ton.
Khamenei mengatakan, setiap konfrontasi antara AS dan Iran tidak akan menjadi perang militer, dan bahkan tidak akan ada perang apa pun.
Pompeo mendesak Rusia untuk mengakhiri dukungan bagi Presiden Nicolas Maduro, tetapi seruannya ditolak mentah-mentah oleh Moskow.
Menteri Luar Negeri China Wang Yi, mengatakan, bergabung dengan Rusia dan AS merundingkan kesepakatan itu bukanlah suatu keharusan.
Uni Eropa sepenuhnya mendukung perjanjian nuklir 2015 dengan Iran.
AS tidak memiliki kekuatan dan tidak akan pernah berani memulai perang militer dengan Iran.
Kehadiran militer Amerika Serikat (AS) di Teluk dulunya merupakan ancaman serius tetapi sekarang mewakili target dan peluang.