Iran meminta Amerika Serikat (AS) untuk berbicara kepada Teheran dengan hormat.
Kunjungan bilateral ini terdapat beberapa kesepakatan penting, diantaranya pembahasan ekspor impor dua negara.
Erdogan menekankan, pembelian sistem S-400 Rusia oleh Rusia adalah kesepakatan yang dilakukan dan bahwa Ankara sama sekali tidak mundur pada masalah S-400 di bawah Ancaman AS.
Nada melunak kedua negara ini sangat kontras dengan tindakan Washington dan Teheran di Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir.
Zarif mengatakan berbicara dengan para pejabat China terkait hubungan bilateral dan berbagai masalah-masalah yang mengancam.
Menteri Luar Negeri Javad Zarif mengatakan Teheran tidak akan mengadakan pembicaraan dengan Washington tetapi sebaliknya akan bertindak dengan hati-hati menyusul penyebaran perangkat keras militer AS baru-baru ini ke wilayah Teluk.
Iran mengatakan penerapan kembali sanksi AS tidak dapat diterima.
Di bawah kesepakatan nuklir, Teheran diizinkan untuk memproduksi uranium yang diperkaya rendah dengan batas 300 kg, dan menghasilkan air berat dengan cadangan sekitar 130 ton.
Khamenei mengatakan, setiap konfrontasi antara AS dan Iran tidak akan menjadi perang militer, dan bahkan tidak akan ada perang apa pun.
Pompeo mendesak Rusia untuk mengakhiri dukungan bagi Presiden Nicolas Maduro, tetapi seruannya ditolak mentah-mentah oleh Moskow.