Rudal dan amunisi yang ditingkatkan yang diluncurkan kali ini digunakan untuk pertempuran darat.
Amnesti diberikan untuk menghormati peringatan 43 tahun kemenangan Revolusi Islam, yang menggulingkan dinasti Pahvali pada 11 Februari 1979.
Iran sejauh ini telah mengizinkan penggunaan beberapa vaksin COVID-19 buatan sendiri, termasuk Barekat, Fakhra, dan Pasteur.
Setiap tindakan militer Israel terhadap Iran juga akan ditanggapi dengan tanggapan yang sangat intens dan keras dari pihak Republik Islam.
Republik Islam akan terus meningkatkan kualitas dan kuantitas kekuatan rudalnya secara konstan untuk melawan agresor, arogansi global, dan pembunuh Zionis.
Uji coba itu terjadi sehari setelah Teheran dan Washington melanjutkan pembicaraan tidak langsung untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir 2015.
Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amirabdollahian pada Minggu menggambarkan langkah AS sebagai `baik tetapi tidak cukup`.
Israel telah menyuarakan keprihatinan vokal tentang upaya yang dipimpin AS untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir internasional 2015 antara Iran dan kekuatan dunia.
Iran, dengan populasi sekitar 85 juta, telah melaporkan lebih dari 6,5 juta infeksi dan lebih dari 132.500 kematian terkait virus corona sejak pandemi dimulai.
Teheran dan Riyadh telah mengadakan empat putaran pembicaraan di Irak. Baghdad berharap mediasinya akan menghentikan upaya tetangga untuk menyelesaikan masalah di wilayahnya.