Iran menyambut baik keputusan Amerika Serikat (AS) mencabut sejumlah sanksi pada program nuklir sipil Teheran, di tengah upaya menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015.
UEA adalah bagian dari koalisi pimpinan Arab Saudi yang memerangi Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman dalam konflik tujuh tahun
Kesepakatan yang mencabut sanksi terhadap Iran sebagai imbalan atas pembatasan tindakan nuklirnya tetap jadi peluang besar.
Presiden Israel Isaac Herzog tiba di Uni Emirat Arab (UEA) pada Minggu (30/1), dalam rangka memperkuat hubungan Teluk di tengah ketegangan regional meningkat akibat upaya Barat menghidupkan kembali Pakta Nuklir Iran.
Sebuah rudal yang ditembakkan oleh milisi yang didukung Iran pada Rabu (26/1) malam menghantam lingkungan bandara.
Amerika Serikat (AS) tidak mungkin mencapai kesepakatan dengan Iran untuk menyelamatkan perjanjian nuklir 2015, kecuali jika Teheran membebaskan empat warga AS yang menurut Washington disandera.
Pihak berwenang mengatakan, kapal itu sebelumnya telah disita di lepas pantai Somalia dan ditemukan tahun lalu memuat ribuan senapan serbu dan peluncur roket, di antara senjata lainnya.
Iran masih perlu beberapa waktu lagi untuk secara resmi mengakui Taliban sebagai pemerintah negara Afghanistan. Demikian keterangan Kementerian Luar Negeri Iran, setelah pertemuan dengan kelompok itu di Teheran.
Washington mendukung langkah-langkah untuk mendapatkan rudal dari negara-negara Teluk ketika pemberontak Houthi Yaman meningkatkan serangan lintas perbatasan mereka di kerajaan itu.
Di bawah hukum Islam Iran, seorang pembunuh yang dihukum dapat dieksekusi kecuali keluarga korban setuju untuk mengambil "uang darah" melalui rekonsiliasi.